Gaza, LiputanIslam.com – Para pejabat Palestina menyatakan bahwa tentara Zionis Israel telah menyerbu Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza dengan tank dan tembakan keras, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka.
Militer Israel dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (18/3) mengaku sedang melakukan “operasi tepat” di fasilitas medis tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sekitar 30.000 orang, termasuk warga sipil yang mengungsi, pasien yang terluka, dan staf medis terjebak di dalam kompleks tersebut.
Israel, yang menghentikan banyak operasinya di Gaza utara beberapa minggu lalu sembari mengklaim telah menghancurkan infrastruktur militer Hamas, menyebutkan bahwa Hamas telah “berkumpul kembali” di dalam al-Shifa dan “menggunakannya untuk memberi komando serangan terhadap Israel”.
Dalam pesan berbahasa Inggris di Telegram, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan siapa pun “yang mencoba bergerak akan menjadi sasaran peluru penembak jitu dan quadcopter”.
Menurutnya, serangan tersebut, yang dimulai pada pukul 02.00 waktu setempat, telah mengakibatkan “sejumlah orang gugur syahid dan terluka”.
Laporan media mengabarkan bahwa gedung bedah rumah sakit itu terbakar akibat pemboman Israel.
Militer Israel mengumumkan salah satu tentaranya tewas dalam serbuan ke rumah sakit tersebut, di mana mereka terlibat baku tembak dengan pejuang Hamas.
Kematian tentara berpangkat sersan dan bernama Matan Vinogradov, 20 tahun, membuat jumlah total tentara Israel yang tewas dalam perang Gaza bertambah menjadi 250 orang.
Rekaman video memperlihatkan puluhan warga Palestina melarikan diri dari rumah sakit ketika pasukan Israel melancarkan operasi di daerah tersebut.
Pada hari Senin, militer Israel mengedarkan selebaran berisi seruan bagi semua warga sipil di dekat Al-Shifa atau di lingkungan Remal yang lebih luas di Kota Gaza agar melarikan diri ke selatan.
Kantor Media Pemerintah di Gaza mengutuk operasi tersebut dan menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang”.
“Pendudukan Israel masih menggunakan narasi palsu untuk menipu dunia dan membenarkan penyerbuan al-Shifa,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Israel telah berulang kali menuduh Hamas menjalankan operasi militer dari rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya, klaim yang ditepis keras oleh kelompok pejuang tersebut.
Kementerian Kesehatan menyatakan telah menerima telepon dari masyarakat di sekitar rumah sakit yang menyatakan telah jatuh puluhan korban jiwa.
“Tidak ada yang bisa membawa mereka ke rumah sakit karena intensitas tembakan dan tembakan artileri,” kata kementerian itu.
Menurut PBB, 155 fasilitas kesehatan di Jalur Gaza telah rusak sejak perang dimulai. (mm/aljazeera)