Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah mengumumkan pihaknya telah menyerang situs-situs militer Israel di dekat perbatasan selatan Lebanon, dengan serangan-serangan yang “tepat mengena sasaran secara langsung”.
Kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon itu dalam sebuah pernyataannya pada hari Ahad (17/3) menyebutkan bahwa para pejuangnya telah menggempur “situs Ramtha dan Al-Sammaqa di wilayah pendudukan perbukitan Kafr Shuba di Lebanon dengan rudal, dan dengan serangan yang sama-sama mengena kedua sasaran itu secara langsung.”
Hizbullah juga menyerang “situs Al-Malikiyah (Israel utara) dengan mortir dan mengenanya secara langsung,” dan “situs Al-Baghdadi (utara) dengan senjata roket, dan juga mengenanya secara langsung”.
Para kombatan Hizbullah juga menggempur “barak Ramim (utara) dengan dua rudal Burkan dan mengenanya secara langsung.”
Sementara itu, Kantor Berita resmi Lebanon, NNA, melaporkan, “Artileri musuh, Israel, menyerang kota Al-Jabayn (selatan) dengan sejumlah peluru, sebagian besar mengenai lingkungan pemukiman di kota tersebut dan menyebabkan kerusakan serius.”
Menurut NNA, beberapa kota perbatasan di Lebanon selatan juga menjadi sasaran “pemboman Israel, termasuk pinggiran Hula – Khallet Ballout, Jabal Balat di wilayah Marwahin, dan Dataran Marjayoun”.
Belakangan ini ancaman meningkat dari pejabat Israel untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon kecuali jika para kombatan Hizbullah menarik diri dari perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan).
Menyusul invasi militer Israel secara besar-besaran di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menyebabkan Tel Aviv terseret ke hadapan Mahkamah Internasional atas tuduhan “genosida,” perbatasan Israel-Lebanon sejak 8 Oktober Pada 2023 diriuhkan oleh kecamuk pertempuran antara tentara Israel dan para pejuang Hizbullah yang sejauh ini telah menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka serta kerugian materi dari kedua belah pihak. (mm/raialyoum)