Gaza, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan Hamas di Jalur Gaza pada hari Jumat (15/3) mengumumkan bahwa pasukan Zionis Israel melepaskan tembakan pada Kamis malam di Kota Gaza terhadap kerumunan pengungsi Palestina yang sedang menunggu tibanya bantuan kemanusiaan , hingga mengakibatkan 29 orang gugur dan sedikitnya 150 orang terluka.
Kementerian itu dalam sebuah pernyataan menyebutkan, “Sejauh ini 14 korban gugur dan 150 korban luka telah tiba di Kompleks Medis Al-Shifa. Mereka adalah korban serangan pasukan pendudukan Israel terhadap sekelompok warga yang menunggu bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan mereka di Bundaran Kuwait di Gaza.”
Kementerian itu menambahkan, “Apa yang terjadi di Bundaran Kuwait menunjukkan niat terencana pasukan pendudukan untuk melakukan pembantaian baru yang mengerikan.”
Di Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza, Dokter Muhammad Ghorab, pejabat di bagian gawat darurat dan penerimaan rumah sakit kepada AFP mengatakan, “Sebagian besar cedera terjadi di perut dan bagian atas.”
Dia menambahkan bahwa para korban tewas dan korban luka “akibat tindakan pasukan pendudukan yang menembak langsung ke arah mereka ketika mereka berkumpul di Bundaran Kuwait untuk menunggu truk bantuan mendapatkan makanan di tengah kelaparan yang menyebar di Jalur Gaza utara.”
Sementara itu, seorang fotografer yang bekerja sama dengan AFP mengaku melihat banyak korban gugur dan terluka di tempat, beberapa di antaranya diamputasi anggota tubuhnya dan lainnya terkena peluru.
Menurut Kantor Informasi Pemerintah di Gaza, tentara Israel “menyerang dengan tank dan helikopter mereka yang menunggu tepung di bundaran Kuwait.”
Menanggapi pertanyaan AFP, tentara Israel tidak segera mengomentari informasi tersebut.
PBB memperingatkan 2,2 juta orang terancam kelaparan di Jalur Gaza. (mm/raialyoum)