Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei memastikan faksi-faksi pejuang Palestina masih berdiri kokoh, dan bahkan akan menyungkurkan kaum Zionis.
Dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para qari’ Al-Quran di Teheran, Selasa (12/3), Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa “semua negara di dunia Islam harus mendukung Palestina,” dan menegaskan bahwa mendukung kubu musuh “haram secara qath’i (pasti), dan merupakan kejahatan yang hakiki.”
Dia menjelaskan bahwa ada kekuatan dan rezim-rezim di dunia Islam yang mendukung musuh bangsa tertindas Palestina, dan mereka “akan menyesal suatu hari nanti, dan akan melihat akibat dari pengkhianatan mereka.”
Khamenei memuji rekaman-rekaman video yang memperlihatkan anak-anak lelaki dari Jalur Gaza yang membacakan Al-Qur’an.
“Puncak ketabahan, yang kita saksikan di Gaza saat ini, adalah hasil dari pemahaman dan pengamalan Al-Quran,” tuturnya.
Pemimpin Besar Iran menilai situasi di Jalur Gaza sebagai puncak dari dua sisi, satu adalah puncak kriminalitas, kebrutalan dan kezaliman, dan yang lain adalah puncak keteguhan dan istiqamah.
Dia menyebut kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza, seperti pembunuhan anak-anak, dan bayi yang meninggal akibat kelaparan dan kehausan, sebagai skandal bagi peradaban Barat.
Dia juga memandang bahwa meskipun Israel memiliki segala jenis senjata dan bantuan dari AS dan negara-negara Barat lainnya, namun kesabaran masyarakat Gaza yang tak tertandingi, dan ketabahan para pejuang perlawanan, tidak memungkinkan musuh mencapai tujuannya.
Menurutnya, sekitar 90% potensi dan kemampuan perlawanan masih bertahan sejauh ini.
Oktober lalu, Khamenei mengumumkan bahwa apa yang terjadi pada tanggal 7 Oktober (Operasi Badai Al-Aqsa) adalah “kekalahan bagi entitas Israel, secara militer dan intelijen, yang tak terpulihkan.”
Beberapa hari yang lalu, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Ismail Qaani, menegaskan, “Front perlawanan adalah kelompok yang terhubung satu sama lain dan memiliki kemampuan yang luas.”
Dia menambahkan bahwa front tersebut “belum menggunakan seluruh kekuatan mereka, namun terbukti tidak ada yang bisa mengabaikannya.” .
Sebelumnya, Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami menegaskan bahwa Israel tidak bisa lagi “sembrono seperti sebelumnya,” dan menekankan bahwa masa arogansinya telah berakhir. (mm/almayadeen/raialyoum)