Gaza, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan Hamas mengumumkan pada hari Selasa (12/3) bahwa sedikitnya 31.184 orang, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, telah gugur di Jalur Gaza selama perang yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan antara Israel dan faksi-faksi pejuang Palestina.
Jumlah korban terbaru mencakup setidaknya 72 orang yang gugur dalam 24 jam terakhir, menurut kementerian itu, sementara jumlah korban luka telah meningkat menjadi 72.889 orang sejak pecahnya perang pada 7 Oktober.
Sementara itu, Qatar di hari yang sama menyatakan Israel dan Hamas “belum mencapai kesepakatan” mengenai gencatan senjata.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majid Al-Ansari dalam konferensi pers di Doha mengatakan, “Kami belum mencapai kesepakatan, dan ini berarti kami tidak melihat kedua belah pihak menyepakati bahasa yang dapat menyelesaikan perselisihan saat ini mengenai penerapan perjanjian.”
Setelah berminggu-minggu negosiasi antara kedua pihak yang berkonflik, yang dimediasi oleh Qatar, Mesir dan AS, mengenai gencatan senjata dan pertukaran tahanan, bulan suci Ramadhan tiba di tengah berlanjutnya penembakan artileri dan serangan udara serta krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza.
Al-Ansari mengatakan, “Kami terus melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan, semoga selama bulan Ramadhan.” Namun dia menjelaskan bahwa dia tidak dapat “memberikan jadwal apa pun” untuk mencapai kesepakatan, dengan alasan bahwa “situasi di lapangan sangat kompleks.”
Kedua belah pihak terlibat saling tuding menghalangi tercapainya gencatan senjata.
Sebuah sumber Hamas kepada AFP mengatakan, “Kontak dan konsultasi yang dilakukan oleh mediator di Mesir dan Qatar terus berlanjut dengan Israel dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan, namun belum ada terobosan hingga Selasa pagi.” (mm/raialyoum)