Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Laut Yaman menyerang satu lagi kapal kontainer di Laut Merah dengan rudal, yang dipastikan tepat menghantam kapal tersebut secara langsung.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree pada hari Selasa (12/3) mengumumkan bahwa operasi itu dilancarkan terhadap “kapal milik AS” demi membela rakyat tertindas Palestina di Gaza sekaligus sebagai balasan atas serangan udara AS dan Inggris di Yaman.
Sebelumnya, Komando Pusat AS menyatakan bahwa pasukan Yaman telah melesatkan dua rudal balistik anti-kapal ke kapal kontainer bernama Pinokio dan berbendera Liberia di Laut Merah.
Saree bersumpah bahwa pasukan Yaman akan meningkatkan operasinya terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb selama bulan suci Ramadhan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza.
Dia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mencegah kapal-kapal yang memiliki hubungan komersial dengan Israel atau menuju pelabuhan di wilayah pendudukan untuk berlayar di Laut Merah dan Laut Arab, sampai kebrutalan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza berakhir dan pengepungan habis-habisan dicabut.
Bangsa Arab Yaman telah menyatakan dukungan terbuka kepada perjuangan bangsa Arab Palestina melawan pendudukan Israel sejak rezim Zionis ini melancarkan perang besar di Gaza pada tanggal 7 Oktober setelah Hamas dan faksi-faksi pejuang Gaza lainnya melancarkan serangan fajar bersandi Badai Al-Aqsa.
Angkatan Bersenjata Yaman memastikan tidak akan menghentikan serangan balasan.
Serangan maritim tersebut telah memaksa beberapa perusahaan pelayaran dan minyak terbesar di dunia untuk menunda transit melalui salah satu rute perdagangan maritim terpenting di dunia.
Kapal-kapal tanker menambah ribuan mil rute pelayaran internasional dengan berlayar mengelilingi Benua Afrika dibandingkan melalui Terusan Suez.
Sementara itu, seorang anggota senior Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Ali al-Houthi mendesak pemerintah Arab untuk mengirim senjata dan amunisi ke Gaza .
“Pemerintah Arab harus mengambil kesempatan yang menguntungkan ini, dan mengirimkan persenjataan ke Gaza untuk penduduk Palestina yang tidak bersenjata di wilayah pesisir. Ini adalah kewajiban moral dalam menghadapi genosida yang dilakukan musuh, Zionis, di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Dia beralasan; “Tidak ada hukum atau mekanisme (internasional) yang berhasil menghentikan pembantaian di Gaza. Genosida Israel akan berhenti setelah warga Gaza dipersenjatai.” (mm/raialyoum/presstv)