Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah, Sayid Abdul-Malik al-Houthi menyatakan bahwa bantuan AS yang dijatuhkan dari udara adalah sesuatu sepele dan bahkan mengecoh jika dibanding dengan bantuannya kepada Israel, partisipasinya dalam kejahatan genosida penduduk Gaza, dan tindakannya mencegah bantuan khalayak dunia untuk Gaza melalui jalur darat, laut dan udara.
Dia juga menyebutkan bahwa seandainya tidak ada perlawanan di Palestina dan Hizbullah di Lebanon maka musuh akan menyebabkan kerusakan besar pada umat Islam.
“AS memberikan puluhan ton senjata kepada Israel untuk membunuh warga Palestina di Gaza, dan mereka berusaha mengecoh masyarakat ketika menjatuhkan sejumlah kecil bantuan melalui udara untuk penduduk Jalur Gaza,” ujar Al-Houthi dalam sebuah pidatonya pada hari Kamis (7/3).
Al-Houthi menjelaskan, “AS menanggung rasa malu dan aib, dan merupakan pihak pertama yang berperan dalam kejahatan terhadap warga Palestina di Gaza. Sangat memalukan bagi komunitas internasional ketika menutup mata terhadap kejahatan di Gaza dan peran utama AS dalam kejahatan ini.”
Dia menilai “agresi Israel-AS terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza yang telah berlanjut selama enam sebagai “genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.”
Mengenai tujuan Israel di Jalur Gaza, Sayid Al-Houthi mengatakan, “Musuh kehilangan semangat tentaranya yang berperang di Gaza, dan ada ketidakmampuan pendudukan untuk mencapai tujuannya di Jalur Gaza. Mereka tidak dapat menjangkau para tawanannya, dan tidak dapat menumpas kubu resistensi.”
Dia juga mengatakan, “Pendirian Arab dan Islam masih lemah, dan ini hanya sebatas mengeluarkan pernyataan tanpa mengambil langkah praktis apa pun.”
Dia menambahkan bahwa negara-negara Arab dan Islam, “bahkan ketika mereka berbicara tentang Yaman dan operasinya angkatan bersenjata yang membela Gaza, mereka malah berbicara secara negatif.”
Pemimpin Ansarullah menjelaskan bahwa sejauh ini pasukan Yaman dalam membela Gaza telah melancarkan 96 operasi militer dengan menggunakan 403 balistik, rudal jelajah dan drone, sebanyak 61 kapal telah menjadi sasaran operasi tersebut, dan semua ini telah membuat musuh kewalahan meski
mereka bergerak di tengah laut dan jauh dari pantai Yaman. (mm/almayadeen)