Baghdad, LiputanIslam.com – Kelompok-kelompok pejuang di Irak dan Lebanon terus berjuang membela rakyat tertindas Palestina di Gaza dengan melancarkan serangan ke wilayah pendudukan Palestina dan Lebanon.
Para pejuang resistensi Islam Irak (IRI) mengumumkan serangannya terhadap barak militer di Bandara Rosh Pina di wilayah pendudukan Palestina.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (7/3), IRI mengumumkan pihaknya telah menyerang barak militer di bandara Rosh Pina Israel dengan drone sebagai bagian dari operasi tahap kedua melawan Israel dan membela rakyat Gaza, serta “sebagai respons atas pembantaian Zionis terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdaya.”
Sehari sebelumnya, IRI dalam sebuah pernyataan mengaku telah melancarkan serangan drone ke bandara pemukiman Kiryat Shmona, di wilayah utara Palestina pendudukan, dan menekankan bahwa mereka akan “terus menghancurkan benteng musuh.”
Selasa lalu, IRI menyerang pembangkit listrik di Bandara Haifa dengan drone.
Pada tanggal 24 Januari, Sekjen Brigade Sayyid Al-Syuhada di Irak, Abu Alaa al-Walai, mengumumkan dimulainya operasi militer tahap kedua, bertepatan dengan serangan AS terhadap para pejuang Irak.
“Fase kedua mencakup penerapan blokade terhadap pelayaran Zionis di Laut Mediterania, dan menghentikan layanan pelabuhan-pelabuhan entitas tersebut,” tulis Al-Walaei di platform X.
Al-Walai bersumpah akan melanjutkan hal ini hingga blokade terhadap Gaza berakhir, dan pembantaian pasukan Zionis terhadap rakyatnya dihentikan.
Sementara itu, kelompok pejuang Hizbullah di Lebanon mengumumkan pihaknya pada Kamis malam telah menyerang situs Radar di wilayah pendudukan Shebaa Lebanon, dan situs Ruwaisat Al-Alam di wilayah pendudukan Perbukitan Kfar Shuba Lebanon, dengan rudal dan tepat mengena sasaran.
Hizbullah juga menggempur barak Maale Golan dengan serangan udara dengan dua drone serang, dan posisi tentara pendudukan di Dataran Tinggi Karantina dengan dua drone serang. Hizbullah memastikan bahwa serangan-serangan ini juga tepat mengena sasaran.
Hizbullah menambahkan bahwa para pejuangnya juga menyerang lokasi tentara pendudukan di pemukiman Metulla hingga menewaskan dan melukai sejumlah tentara Zionis.
Hizbullah menegaskan bahwa kedua serangan tersebut dilakukan untuk mendukung resistensi rakyat Palestina di Jalur Gaza serta sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap desa-desa di selatan dan rumah-rumah warga sipil, yang terbaru di antara adalah yang menyasar distrik Aitaroun, Lebanon selatan. (mm/almayadeen)