Beirut, LiputanIslam.com – Pasukan perlawanan Islam di Lebanon , Hizbullah, pada hari Selasa (5/3), membalas sengit serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah warga sipil di Lebanon selatan, terutama yang menyasar sebuah rumah warga sipil yang menggugurkan seorang wanita serta suami dan seorang putranya di distrik Hula.
Pada balasan pertama terhadap serangan tersebut, Hizbullah membom permukiman Kfar Blum di wilayah yang disebut Jari Galilea dengan puluhan roket Katyusha. Sedangkan dalam balasan kedua, Hizbullah menggempur sebuah bangunan di pemukiman Kiryat Shmona , hingga menjatuhkan sejumlah korban.
Lebih dari 50 roket diluncurkan dari wilayah Lebanon ke arah Jari Galilea, dan sebagian besar roket yang diluncurkan mencapai sasarannya.
Media Israel melaporkan bahwa “konvoi besar roket ditembakkan ke arah utara,” dan “ sirene meraung di Kafr Blum dan Amir” dan bahwa serangan kali ini merupakan “salah satu peluncuran roket terberat sejak awal perang terhadap Jari Galilea,” hingga terjadi “pemadaman listrik di wilayah tersebut.”
Peristiwa ini terjadi ketika Hizbullah melanjutkan operasi militernya terhadap situs-situs militer Israel dan konsentrasi tentaranya di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan, demi membela rakyat Palestina di Jalur Gaza dan mendukung perlawanan mereka, sekaligus sebagai balasan atas seranganIsrael terhadap daerah-daerah di Lebanon selatan.
Sebelumnya di hari yang sama, Hizbullah melakukan sejumlah operasi militer terhadap lokasi pendudukan Israel, terutama serangan ke markas Brigade Timur 769 di barak Kiryat Shmona , dan menyerang dua tank Merkava di Tallet Al-Tihat dan permukiman Tayhat dan Natua hingga melukui dan menewaskan sejumlah tentara Israel.
Hizbullah juga menggempur pemukiman Kiryat Shmona sebagai tanggapan atas serangan pasukan Israel terhadap daerah-daerah di Lebanon selatan, terutama Bint Jbeil.
Media militer Hizbullah merilis sebuah video yang merekam detik-detik pasukannya yang membidik pasukan infanteri Israel di wilayah Wazzani.
Di pihak lain, media Israel menyebarkan video yang menyebutkan bahwa “Hizbullah mengirimkan pesan ke pemukim di utara, melalui nomor negara Eropa, dan mengancam dan menyuruh mereka untuk kabur ke selatan.” (mm/raialyoum)