Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menyerang pemukiman Zionis Israel Gasher Haziv dengan sejumlah roket Katyusha, “sebagai tanggapan atas terbunuhnya dua paramedis” dalam serangan Israel pada malam hari di kota Al-Adisa, di Lebanon selatan.
Hizbullah melaporkan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (4/3) bahwa para anggotanya menargetkan “permukiman Gasher Haziv dekat Nahariya (pemukiman) dengan sejumlah roket Katyusha.”
Hizbullah menjelaskan bahwa serangan ini terjadi “sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan warga sipil, yang terbaru di antaranya adalah serangan terhadap Pusat Pertahanan Sipil Otoritas Kesehatan Islam di kota Al-Adissa dan gugurnya sejumlah paramedis.”
Sebelumnya di hari yang sama Otoritas Kesehatan Islam Hizbullah mengumumkan tiga anggotanya gugur akibat pemboman langsung Israel terhadap pusat darurat di kota Al-Adisa.
Dalam pernyataan lain lagi, Hizbullah mengumumkan serangannya yang dilakukan “setelah pemantauan yang cermat, pergerakan kendaraan musuh, Israel, di lokasi Al-Baghdadi dengan senjata yang sesuai, dan menimbulkan korban langsung”.
Di pihak lain, media Israel melaporkan sirene berbunyi pada Senin malam di beberapa kota di Galilea Barat,Israel utara, menyusul peluncuran sejumlah rudal dari Lebanon selatan, yang menyebabkan pemadaman listrik di beberapa daerah.
Radio militer Israel mengatakan, “Sirene terdengar di beberapa kota di Galilea Barat.”
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan, “Jumlah total korban gugur pihak Otoritas Kesehatan dan Asosiasi Pramuka Risalah Islam tujuh syuhada, ditambah 10 orang luka, dan 17 ambulan hancur dan rusak sejak awal konfrontasi di wilayah selatan Lebanon (pada 8 Oktober 2023).”
Kementerian itu menegaskan, “Serangan yang tidak dapat diterima ini melanggar hukum dan norma internasional, khususnya Konvensi Jenewa, yang menekankan perlunya netralisasi pusat kesehatan dan pekerja kesehatan, agar mereka dapat melaksanakan tugas kemanusiaan mereka.”
Menyusul perang dahsyat yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, Hizbullah terus-menerus berkonfrontasi tentara Israel setiap hari sejak tanggal 8 bulan itu, hingga mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka pada kedua pihak yang dipisahkan oleh “garis biru” PBB. (mm/raialyoum)