Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah Lebanon terus membom posisi-posisi artileri dan daerah di mana tentara Israel dikerahkan di selatan pemukiman Israel di Kiryat Shmona.
“Mujahidin Perlawanan Islam menyerang posisi-posisi artileri musuh dan penempatan tentaranya di selatan Kiryat Shmona dengan senjata rudal dan artileri,” ungkap Hizbullah pada hari Ahad (25/6), sembari bahwa menyebutkan serangannya adalah “demi mendukung keteguhan rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan menyokong perlawanan mereka yang gagah berani dan terhormat.”
Hizbullah juga mengumumkan dua anggotanya gugur dalam pertempuran melawan tentara Israel, sehingga jumlah korban jiwa di pihak kelompok pejuang ini menjadi 213 orang sejak 8 Oktober lalu.
Tentara Israel pada hari itu memantau sejumlah roket yang ditembakkan dari Lebanon selatan menuju daerah perbatasan di utara negara itu, menurut media Israel.
Saluran TV 12 Israel melaporkan, “Tentara memantau jatuhnya beberapa rudal yang jatuh di daerah terbuka di Margaliot dan Rechis Ramim di Galilea Atas di utara negara itu,” tanpa menyebutkan korban atau kerusakan.
Hal ini diawali dengan dibunyikannya sirene di sejumlah wilayah perbatasan dengan Lebanon.
Tentara Israel mengumumkan beberapa kali selama 48 jam terakhir bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Lebanon selatan menuju Israel utara.
Setelah Israel menginvasi Jalur Gaza, yang membuat Tel Aviv dibawa ke Mahkamah Internasional atas tuduhan “genosida,” perbatasan Israel-Lebanon sejak tanggal 8 Oktober 2023 dilanda pertempuran antara Hizbullah dan Israel hingga menyebabkan banyak korban tewas dan luka dari kedua pihak.
Hizbullah berterus terang mengenai jumlah pejuangnya yang gugur, sedangkan Israel tak pernah mengungkapkannya. Menurut Hizbullah, korban tewas dan luka di pihak Israel akibat serangan Hizbullah mencapai ribuan orang.
Belakangan ancaman meningkat dari pejabat Israel untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon kecuali pejuang Hizbullah menarik diri dari perbatasan dengan Israel utara. (mm/raialyoum)