Rafah, LiputanIslam.com – Sementara para pejuang Palestina terus berlaga di berbagai wilayah di Jalur Gza, militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza dan menggugurkan sedikitnya 99 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Kamis (22/2) menyatakan sebagian besar korban serangan udara Israel adalah perempuan, anak-anak dan lansia.
AFP melaporkan bahwa kota Rafah padat penduduk, khususnya lingkungan al-Shaboura, termasuk di antara daerah yang paling menjadi sasaran serangan mematikan tersebut.
Rafah, yang terletak di perbatasan selatan Jalur Gaza dengan Mesir, adalah rumah bagi hampir 1,5 juta warga Palestina yang terpaksa mengungsi akibat aksi genosida Israel.
Israel sempat menetapkan Rafah sebagai “zona aman,” namun kini mengancam akan melakukan serangan militer besar-besaran, sehingga orang-orang yang berlindung di sana ketakutan dan tidak punya tempat lagi untuk pergi mencari tempat aman.
Sementara itu, faksi-faksi Palestina mengumumkan serangan mereka kendaraan dan tentara militer Israel pada hari Kamis di Jalur Gaza utara dan selatan.
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, pada Kamis malam menyatakan para pejuangnya menghancurkan “kerumunanpasukan pendudukan di selatan lingkungan Zaytoun, sebelah timur Kota Gaza, dengan mortir”. Al-Qassam juga menggempur tank Merkava Israel di lingkungan Al-Zaytoun serta mobil pengangkut pasukan Zionis di daerah Sheikh Nasser, di kota Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, hingga menewaskan dan melukai sejumlah tentara Zionis, yang kemudian dievakuasi dengan helikopter.
Agresi Israel yang telah berlangsung selama hampir lima bulan telah mengugurkan sedikitnya 29.313 orang Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 69.333 lainnya.
Pada hari Rabu, kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Brett McGurk mengunjungi ibu kota Mesir, Kairo, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat negara tersebut mengenai perang Gaza yang sedang berlangsung.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan Washington mengharapkan “perjanjian yang menjamin gencatan senjata sementara” di Gaza. (mm/raialyoum/presstv)