Kairo, LiputanIslam.com – Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmed Al Tayyeb dalam pertemuan dengan dengan mantan perdana menteri Libanon Fouad Siniora di Kairo, Rabu (21/2) menyatakan prihatin karena khalayak dunia seakan sudah terbiasa menyaksikan genosida orang Palestina oleh Israel di Jalur Gaza.
Al-Tayyeb mengaku sangat sedih atas berlanjutnya situasi saat ini di Gaza di tengah kebungkaman khalayak dunia yang menurutnya tidak manusiawi dan tak dapat dibenarkan .
“Apa yang paling menyakitkan adalah normalisasi dan pembiasaan yang kita lihat dalam adegan pembunuhan para syuhada, termasuk anak-anak, wanita, lansia, dan pemuda yang tidak bersalah, dan pemboman terhadap pengungsi, rumah sakit, dan mobil ambulan, tempat penampungan dan kamp,” katanya,
Dia menambahkan, “Sebagian orang bahkan mengikuti berita agresi berdarah ini dan menonton klip pemboman dan pembunuhan sambil menyantap makanan sehari-hari mereka di depan layar televisi, sebuah perilaku yang menunjukkan bahwa banyak di antara kita yang sudah kehilangan kesadaran akan penderitaan rakyat Palestina, dan acuh tak acuh terhadap darah orang tak berdosa yang mengalir seperti air terjun.” (mm/raialyoum)