Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul Malik al-Houthi, menyatakan pihaknya telah mencegah kapal-kapal yang terkait dengan Israel melewati Teluk Aden selama seminggu terakhir, dan AS dan Inggris gagal mengamankan kapal-kapal itu.
Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada hari Selasa (13/2) Sayid Abdul Malik mengatakan, “Amerika dan Inggris telah gagal mengamankan jalur kapal mana pun yang menuju Israel. Mereka tidak dapat melindungi kapal-kapal ini. Mereka bahkan tidak dapat lagi melindungi kapal Amerika-Inggris, dan ini adalah kemenangan nyata dan besar bagi kami.”
Pasukan Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah telah berulang kali menyerang kapal yang terkait dengan Israel sejak pertengahan November. Sumber di sektor pelayaran dan asuransi mengatakan bahwa pasukan Yaman membidik kapal-kapal yang menjalin hubungan komersial dengan Israel, AS dan Inggris.
Dia menambahkan, “Operasi kami di Laut Merah adalah operasi yang sah untuk mendukung rakyat Gaza dan mencabut blokade dan pelaparan yang diberlakukan terhadap mereka di Gaza.”
Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan pihaknya membidik kapal-kapal tersebut sebagai bentuk pembelaan atas rakyat Palestina yang berjuang melawan Israel di Jalur Gaza.
Serangan Yaman membuat banyak perusahaan berhenti melintasi Laut Merah dan memilih rute yang lebih panjang dan mahal di sekitar benua Afrika, sementara jet tempur AS dan Inggris juga melakukan serangan di Yaman sebagai tanggapan atas serangan tersebut. (mm/raialyoum)