Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan pihaknya siap meladeni Israel jika rezim Zionis ini bermaksud memperluas pertempuran. Dia juga menyebut Israel gagal mencapai tujuannnya dalam menyerang Jalur Gaza meski serangan ini sudah berlangsung 130 hari.
Dalam pidato pada hari Selasa (13/2) pada peringatan penghormatan yang diadakan oleh Hizbullah untuk para pejuang perlawanan yang terluka dan tertawan pada “Hari Korban Luka Nan Resisten,” Sayid Nasrallah memastikan serangan Hizbullah terhadap Israel tidak akan berhenti sampai “agresi” Israel di Jalur Gaza berhenti.
Dia mengancam akan menghalau lebih banyak penduduk dari Israel utara, di mana puluhan ribu penduduk telah dievakuasi akibat peluncuran rudal Hizbullah beberapa bulan lalu, dan mengatakan bahwa jika tentara Israel memperluas cakupan perang maka Hizbullah akan melakukan hal yang sama.
Sekjen Hizbullah menekankan bahwa apa yang dilakukan Hizbullah terhadap Israel adalah tanggung jawab dan kepentingan nasional untuk mencegah kemenangan Israel.
Dia menjelaskan bahwa sejauh ini Israel bertempur melawan Hizbullah dalam batas-batas tertentu karena keseimbangan pencegahan yang dibangun oleh Hizbullah.
Dia juga mengatakan, “Kunjungan delegasi Barat ke Lebanon memiliki satu tujuan, yaitu untuk melindungi Israel dan memulangkan para pemukim ke utara. Delegasi Barat benar-benar mengadopsi kartu Israel, dan merasa cukup dengan apa yang mereka sampaikan kepada Lebanon.”
Dia menambahkan, “Delegasi Barat tidak membahas apa pun dalam surat kabar mereka terkait dengan apa yang terjadi di Gaza dalam hal agresi, kejahatan, dan kelaparan, dan mereka mengabaikan pembicaraan apa pun selain tentang keamanan Israel dan kembalinya pemukim.”
Namun dia menegaskan, “Keuntungan politik yang diberikan kepada kami dari sana sini, tidak akan mempengaruhi kami, dan tidak akan membuat kami menghentikan front.”
Menanggapi ancaman Menteri Keamanan Israel Yoav Galant untuk menganyang Lebanon selatan, Sayid Nasrallah menegaskan, “Jika Anda tidak ingin menghentikan perang dengan kami, silakan saja, dan kami akan melanjutkan di selatan.”
Dia memperingatkan, “Kami akan memperluas jika musuh memperluas, dan jika musuh berpikir bahwa poros perlawanan mungkin merasa takut, maka mereka sepenuhnya keliru.”
Sayyid Nasrallah menegaskan bahwa Galant harus “menyadari bahwa jika dia melancarkan perang terhadap kami maka dia akan menyebabkan dua juta orang mengungsi dari utara, bukan hanya seratus ribu.”
Mengenai HUT ke-45 kemenangan revolusi Islam Iran pada 11 Februari, Sayid Nasrallah mengatakan bahwa kelompok-kelompok pejuang anti AS dan Israel sekarang ada dan atau kuat di berbagai front adalah berkat kejayaan revolusi ini. (mm/raialyoum)
