Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon melancarkan serangan baru terhadap sasaran-sasaran yang dikuasai Israel di wilayah pendudukan Palestina, dan menghantam fasilitas spionase sensitif rezim tersebut.
Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (12/2) mengaku telah menggunakan rudal berpemandu untuk melakukan serangan presisi terhadap fasilitas spionase rezim Israel di pangkalan militer al-Radar.
Hizbullah juga menggempur barak militer Israel di Branit dengan menggunakan rudal Falaq-1 pada hari sebelumnya.
Hizbullah mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa pasukannya telah menyerang fasilitas mata-mata sensitif rezim Israel di situs al-Ebad.
Serangan itu terjadi hanya sehari setelah Hizbullah menyasak instalasi spionase serupa yang dikendalikan oleh Israel di Kfarchouba dan di wilayah pertanian Shebaa yang diduduki Israel di Lebanon selatan.
Hizbullah terlibat konfrontasi dengan Israel hampir setiap hari sejak rezim tersebut memulai agresinya terhadap warga Palestina di Gaza pada 7 Oktober, yang sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 28,000 orang Palestina.
Perkiraan laporan media dan militer Israel menunjukkan bahwa serangan Hizbullah telah menimbulkan kerugian besar pada rezim tersebut, dan memaksanya untuk mengevakuasi puluhan ribu orang dari permukiman yang terletak di utara wilayah Palestina pendudukan.
Hizbullah juga kehilangan puluhan pejuangnya dalam konfrontasi dengan rezim Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Pada hari Senin dilaporkan bahwa pejuang Hizbullah Mohammad Bagher Hassan Bassam gugur akibat serangan Israel di desa Aainata di Lebanon selatan. (mm/presstv)