Damaskus, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus, Ahad (11/2) mengatakan Iran dan Suriah memiliki “pendekatan praktis” yang sama dalam mendukung Palestina dalam perang Israel di Jalur Gaza, dan menilai Israel tidak akan dapat melanjutkan agresinya tanpa dukungan dari Amerika Serikat (AS).
Kedua pejabat tersebut membahas hubungan Teheran-Damaskus serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian, terutama perang Israel di Gaza.
Amir-Abdollahian menyebut Gaza adalah “masalah utama” tidak hanya di tingkat regional melainkan juga di tingkat internasional, dan menambahkan bahwa Iran dan Suriah memiliki “pendirian yang sama” dan “pendekatan praktis” dalam mendukung Palestina, dan bahwa kedua belah pihak selama empat bulan terakhir melanjutkan konsultasi mereka mengenai masalah ini.
Dia mencemoog pengakuan AS tidak menginginkan perluasan perang.
“Jika AS benar dalam klaimnya bahwa mereka tidak berusaha memperluas cakupan perang di kawasan, maka AS harus berhenti mendukung rezim Zionis, dan jika AS berhenti mendukung rezim Zionis, maka rezim ini tidak akan dapat melanjutkan perang barang sehari saja,” tuturnya.
Menteri Luar Negeri Iran memuji perlawanan di Palestina sebagai “kuat dan tangguh”.
“Mereka yang bermaksud menghancurkan Hamas kini telah memasukkan gerakan perlawanan sebagai kenyataan dalam strategi politik mereka dan sebagai pihak yang bernegosiasi dalam perundingan gencatan senjata,” terangnya.
Menteri luar negeri Iran juga menyebut Suriah berada di garis depan dalam mendukung perjuangan Palestina.
Di pihak lain, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa rezim Israel dan Barat membentur jalan buntu mengenai perang di Gaza dan bahwa eskalasi Israel di Palestina, Suriah dan Lebanon hanyalah upaya yang dipimpin Barat untuk mengeluarkan entitas ilegal tersebut dari kawasan.
“Adalah tugas kita untuk berdiri semaksimal mungkin bersama bangsa Palestina karena apa yang dicapai orang-orang ini selama agresi Israel belakangan ini di Gaza belum tercapai sejak isu Palestina muncul beberapa dekade lalu,” ujar al-Assad.
Mengenai rencana invasi rezim Israel ke Rafah di Gaza selatan, Assad mengatakan, “Entitas Zionis tidak puas dengan jumlah kejahatan mengerikan yang telah dilakukannya dalam kampanye saat ini melawan Gaza, dan pertumpahan darah selama beberapa tahun terakhir. Karena itu mereka bersiap untuk mengungkap kejahatannya di kota Rafah, sementara lembaga-lembaga internasional terkait tetap bersiaga.”
Presiden Suriah juga mengucapkan selamat kepada pemimpin besar Iran, pemerintah dan bangsanya atas peringatan HUT ke-45 tahun Revolusi Islam Iran, dan menyatakan kepuasannya atas berkembangnya hubungan kedua negara di berbagai bidang.
Menghargai dukungan Iran kepada Palestina, Assad mengatakan, “Apa yang telah dilakukan Republik Islam Iran dalam empat bulan terakhir untuk mendukung Palestina sekali lagi membuktikan kepada dunia bahwa Iran tidak hanya berbicara tetapi juga bertindak.”
Dia juga menekankan bahwa apa yang terjadi di Palestina dalam beberapa bulan terakhir memperkuat semangat perlawanan di dunia Arab. (mm/presstv)