Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menegaskan kembali dukungan penuh negaranya kepada bangsa Palestina, dan menyatakan bahwa Palestina tetap menjadi isu nomor satu di dunia Muslim sebagaimana dikatakan oleh pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini.
Dalam pidato di depan lautan massa yang menggelar pawai akbar Teheran pada peringatan HUT ke-45 tahun kemenangan revolusi Islam, Ahad (11/2), Raisi mengatakan negara-negara Barat berusaha keras menghalangi Iran mendukung Palestina, namun gagal total.
“Pihak Barat berusaha keras untuk membuat Iran berhenti membela Palestina dan cita-cita revolusi Islam, baik melalui perang maupun blokade ekonomi dan sanksi, dan berulang kali mengirimkan pesan yang mengatakan ‘berhentilah membela Palestina’,” katanya.
Dia menambahkan bahwa kini di usia ke-45 tahun kejayaan revolusi Islam terbukti bahwa “Republik Islam dan Imam visioner kita” benar ketika mengatakan bahwa Palestina adalah isu pertama dunia Islam dan bahwa al-Quds harus dibebaskan.
Dia juga menyarankan orang-orang yang ingin mengenal Barat, AS, dan rezim Zionis untuk melihat kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan pembunuhan anak yang sedang berlangsung di Gaza.
Israel melancarkan perang genosida di Gaza sejak tanggal 7 Oktober 2023 setelah kelompok pejuang Hamas melancarkan serangan fajar bersandi Badai Al-Quds terhadap Isael sebagai perlawanan terhadap intensitas kekejaman Israel.
Sejauh ini, Israel telah membantai lebih dari 28.000 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 67.611 lainnya.
Raisi juga menyebutkan bahwa Iran menempati peringkat pertama dalam produksi ilmu pengetahuan di kawasan dan ke-15 di dunia, dan bahwa Iran telah mampu mencapai swasembada di banyak bidang.
“Iran mencapai prestasi di berbagai sektor berkat rasa percaya diri dan kepercayaan pada rakyat dan Allah Swt,” kata presiden.
“Berkat Revolusi Islam dan upaya generasi muda di negara kita, saat ini kita menjadi salah satu yang terdepan di bidang medis, bioteknologi, dan nanoteknologi,” sambungnya.
Dia menilai revolusi Islam bergerak maju mengikuti periode pembentukan, stabilisasi dan perkembangan, dan tidak ada hambatan dalam perjalanannya ke depan.
Dia menegaskan, “Musuh melancarkan perang militer, ekonomi, media dan psikologis, dan baru-baru ini, perang hibrida untuk menghentikan bangsa Iran, namun bangsa ini muncul sebagai pemenang di semua arena dan mengecewakan musuh.”
Presiden Raisi menyebut Iran sebagai negara paling mandiri.
“Saat ini, negara paling mandiri di dunia adalah Republik Islam Iran. Negara yang tidak bergantung pada Timur dan Barat, mengambil keputusan sendiri, dan bertindak sendiri,” ungkapnya. (mm/presstv)