Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menembakkan puluhan rudal ke posisi tentara Israel di wilayah pendudukan Golan milik Suriah pada hari Jumat (9/2).
Hizbullah menyatakan para pejuangnya menggempur barak Keila milik tentara musuh Zionis di Golan Suriah dengan puluhan roket Katyusha.
Hizbullah juga menyatakan bertanggung jawab atas beberapa serangan lain yang menyasar situs-situs Israel, termasuk “peralatan spionase” dan tank penyerang di wilayah perbatasan.
Serangan tersebut bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian ke Beirut, ibu kota Lebanon, dan terjadi tak lama setelah Suriah mengumumkan jatuhnya dua drone di dekat Damaskus, yang dikatakan telah memasuki wilayah udaranya dari wilayah pendudukan Golan Golan.
Amir Abdollahian dalam konferensi pers setibanya di Beirut, Jumat, menegaskan negaranya akan terus memberikan dukungannya yang teguh kepada Hizbullah dan Lebanon.
Di pihak lain, tentara Israel di hari yang sama menyatakan pesawat tempurnya membom situs militer di mana pejuang Hizbullah aktif di Maroun al-Ras, dan komplek militer di dua kota lain di Lebanon selatan.
Sehari sebelumnya, Hizbullah menembakkan puluhan rudal ke Israel utara setelah seorang pemimpin militer Hizbullah terluka parah akibat serangan udara Israel yang menyasar mobilnya di kota Nabatieh di Lebanon selatan.
Sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober, perbatasan Lebanon-Israel diwarnai baku tembak setiap hari antara Hizbullah dan Israel, yang telah meningkatkan ketakutan internasional akan perluasan ruang lingkup eskalasi dan mendorong para pejabat Barat untuk mengunjungi Beirut dan mendesak agar tenang.
Hizbullah mengumumkan serangan terhadap situs-situs dan titik-titik militer Israel demi membela Gaza.
Tentara Israel menanggapinya dengan pemboman udara dan artileri, yang menurut mereka menargetkan “infrastruktur” Hizbullah di dekat perbatasan.
Sejak dimulainya eskalasi, 228 orang telah terbunuh di Lebanon selatan, sebagian besar dari mereka adalah pejuang Hizbullah dan 27 warga sipil, termasuk tiga jurnalis, menurut penghitungan yang dikumpulkan oleh AFP. Di Israel, tentara menghitung kematian sembilan tentara dan enam warga sipil, namun Hizbullah memastikan telah jatuh ribuan korban tewas dan luka di pihak Israel.
Eskalasi tersebut mendorong puluhan ribu warga di kedua sisi perbatasan meninggalkan rumah mereka.
Israel menduduki sebagian Dataran Tinggi Golan pada perang bulan Juni 1967, dan mengumumkan aneksasinya pada tahun 1981, sebuah tindakan yang tidak diakui oleh PBB. (mm/raialyoum)