Beirut, LiputanIslam.com – Pasukan perlawanan Islam Hizbullah yang berbasis di Lebanon pada Kamis malam (8/2) mengumumkan pihaknya telah merudal Pangkalan Udara Meron milik Israel.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyebutkan bahwa rudal Falaq miliknya telah dihantamkan ke Pangkalan Udara Meron sebagai bentuk dukungan terhadap keteguhan dan perlawanan rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan warga sipil Lebanon, di mana yang terbaru di antaranya adalah agresi yang menyasar kota Nabatieh, Lebanon selatan.
Sebelum Hizbullah menggempur Meron, pesawat tempur Israel berulang kali melanggar wilayah udara Lebanon, dan hal ini diikuti dengan serangan ke sebuah mobil di kota Nabatieh, khususnya di jalan komersial yang dilalui lalu lintas padat.
Hizbullah juga melancarkan serangan rudal dan artileri ke delapan situs militer Israel di perbatasan, dengan rincian bahwa situs Birkat Risha digempur dengan dua rudal Burkan , sementara barak Zaoura dan barak Maale Golan dengan dua rudal Falaq , selain juga barak Kiryat Shmona dan Branit serta lokasi radar dan sebuah bangunan di pemukiman Metulla yang ditempati tentara Israel.
Media militer mempublikasikan adegan operasi yang menyasar Branit di perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.
Di pihak lain, tentara Israel mengumumkan pemboman terhadap sejumlah sasaran Hizbullah di Lebanon selatan. Mereka menyatakan bahwa pesawat tempurnya “menyerang serangkaian sasaran Hizbullah, termasuk sebuah truk berisi senjata, dan struktur militer (infrastruktur militer) untuk organisasi tersebut,” tanpa rincian tentang dampak serangan tersebut. (mm/raialyoum)