TelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada perwakilan partai Likud bahwa membunuh pemimpin gerakan Hamas adalah tujuan yang akan memakan waktu berbulan-bulan, bukan bertahun-tahun.
“Kita harus membunuh para pemimpin Hamas, perang tidak bisa berakhir sebelum hal ini terjadi, kata Netanyahu dalam pertemuan di markas besar Knesset (Parlemen) di Al-Quds (Yerusalem) Barat, Senin malam (5/2), seperti dikutip website surat kabar Israel Haaretz .
“Untuk mencapai tujuan ini akan memakan waktu berbulan-bulan, bukan bertahun-tahun,” imbuhnya.
Namun, anggota parlemen Partai Likud Danny Danon dalam pertemuan yang sama menyebut penantian Israel terhadap tanggapan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, atas usulan pertukaran tahanan dan gencatan senjata di Gaza pada hari Minggu sebagai sesuatu yang memalukan.
Tel Aviv dan para mediator masih menunggu tanggapan Hamas terhadap usulan kesepakatan pertukaran tawanan baru yang dicapai melalui pertemuan yang melibatkan perwakilan Mesir, Qatar, AS, dan Israel di Paris, ibu kota Prancis, pada 28 Januari.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant di hari yang sama mengatakan bahwa Rafah di Jalur Gaza selatan merupakan target tentara Israel berikutnya setelah Khan Yunis.
“Setelah menyelesaikan misi militer di Khan Yunis, sebuah operasi akan dimulai di daerah Rafah untuk melenyapkan teroris Hamas yang bersembunyi di sana,” katanya dalam konferensi pers yang diadakan di Tel Aviv.
Galant menambahkan, “Kami akan mencapai tempat-tempat yang belum pernah kami perangi, di tengah Jalur Gaza dan di selatan, dan ke kubu Hamas yang tersisa di Rafah.”
Gallant bersumbar, “Setiap teroris yang bersembunyi di Rafah harus tahu bahwa akhir hidupnya akan seperti yang terjadi di Khan Yunis dan Kota Gaza.” (mm/raiayoum)