Baghdad, LiputanIslam.com – AS dilaporkan memulai “serangan balasan” terhadap sasaran-sasaran di Irak dan Suriah, sembari mengklaim bahwa serangan itu ditujukan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap pasukan AS yang terjadi di Yordania beberapa waktu lalu.
Kantor berita Reuters melaporkan demikian pada hari Jumat (2/2) sembari mengutip keterangan “tiga pejabat A”., dan disebutkan bahwa serangan itu telah mengenai “lebih dari 85 sasaran dengan lebih dari 125 amunisi.”
Mengutip “sumber keamanan,” AFP melaporkan terjadi serangan di Irak barat dekat perbatasan dengan Suriah.
Media pemerintah Suriah mengatakan “agresi AS” di wilayah gurun Suriah dan perbatasan Suriah dan Irak telah menjatuhkan sejumlah korban jiwa.
Serangan drone pada hari Minggu lalu, yang memicu asumsi pembalasan, menyasar pos kecil AS di Yordania, hingga menewaskan tiga tentara AS dan melukai sekira 34 lainnya.
Pada hari Selasa, Presiden AS Joe Biden mengaku telah “memutuskan” bagaimana dia ingin negaranya merespon serangan tersebut.
Biden juga menganggap Iran “bertanggung jawab dalam arti bahwa mereka memasok senjata.”
Sementara itu, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menegaskan negaranya tidak akan memulai perang, namun akan memberikan tanggapan sengit terhadap pihak lain yang mencoba menindas Iran.
“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami tidak akan menjadi pemrakarsa perang apa pun, namun jika suatu negara atau kekuatan kejam ingin menindas Republik Islam Iran, maka negara ini akan merespon dengan tegas,” kata Raisi dalam pidatonya di hadapan banyak orang di kota Minab di provinsi selatan Hormozgan, Jumat.
Raisi menyebutkan bahwa pihak musuh Iran semula suka menggertak Iran, termasuk dengan mengatakan bahwa opsi militer telah dipertimbangkan, namun kini mereka mengaku tidak melakukan konfrontasi apa pun dengan Iran. (mm/presstv)