Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Memilukan, PBB Perkirakan Sedikitnya 17,000 Anak di Gaza Terpisah dari Keluarga

Published 03/02/2024 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

AlQuds, LiputanIslam.com –  Badan Anak-anak PBB (UNICEF) memperkirakan sedikitnya 17.000 anak di Jalur Gaza  tidak berpendamping atau terpisah dari keluarga mereka selama hampir empat bulan sejak Israel menginvasi Gaza, dan hampir semua anak itu memerlukan dukungan kesehatan mental.

“Setiap (anak)memiliki kisah kehilangan dan kesedihan yang memilukan,” kata kepala komunikasi UNICEF untuk wilayah Palestina, Jonathan Crickx, Jumat (2/2).

“Angka (17.000) ini setara dengan 1 persen dari keseluruhan populasi pengungsi , yaitu 1,7 juta orang,” katanya pada konferensi pers melalui tautan video dari Al-Quds  (Yerusalem), dan mengatakan bahwa jumlah tersebut hanyalah perkiraan karena hampir tidak mungkin untuk memverifikasi informasi dalam kondisi saat ini.

Masing-masing “adalah anak-anak yang menerima kenyataan baru yang mengerikan”, tambahnya.

Crickx mengatakan bahwa menelusuri siapa anak-anak yang tidak berpendamping itu terbukti “sangat sulit”, karena mereka terkadang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka atau syok, dan “mereka bahkan tidak bisa menyebutkan nama mereka”.

Menurutnya, pada saat konflik, merupakan hal yang wajar bagi keluarga besar untuk mengasuh anak-anak yang kehilangan orang tuanya.

Namun, di Gaza, “karena kurangnya makanan, air atau tempat tinggal, keluarga besar mereka sendiri tertekan dan menghadapi tantangan untuk segera merawat anak lain karena mereka sendiri sedang berjuang untuk menghidupi anak dan keluarga mereka sendiri”, kata Crickx.

Secara garis besar, UNICEF mengartikan anak yang terpisahkan adalah mereka yang tidak mempunyai orang tua, sedangkan anak tanpa pendamping adalah mereka yang terpisah dan juga tidak mempunyai sanak saudara lainnya.

Crickx juga mengatakan kesehatan mental anak-anak di Gaza sangat terkena dampak serangan tersebut, dan satu juta anak di Jalur Gaza memerlukan dukungan kesehatan mental.

Anak-anak di Gaza “menunjukkan gejala-gejala seperti tingkat kecemasan yang sangat tinggi, kehilangan nafsu makan, mereka tidak bisa tidur, mereka mengalami ledakan emosi atau panik setiap kali mereka mendengar pemboman,” jelasnya.

Sebelum serangan itu terjadi, UNICEF memperkirakan lebih dari 500.000 anak di Gaza membutuhkan dukungan kesehatan mental dan psiko-sosial.

Kini, mereka yakin bahwa “hampir semua anak membutuhkan” bantuan tersebut. “Itu berarti lebih dari satu juta anak,” kata Crickx.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 27.100 orang di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober, sekitar 11.500 di antaranya adalah anak-anak.

Lebih dari 66.200 orang lainnya terluka di tengah kurangnya pasokan medis dan fasilitas kesehatan yang berfungsi. Ribuan lainnya hilang dan berada di bawah reruntuhan. (mm/aljazeera)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account