Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi, mengatakan bahwa upaya AS meminta bantuan mediasi China untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah menunjukkan kegagalan misi AS dan Inggris.
Dalam pidato yang disiarkan televisi dari Sanaa, ibu kota Yaman, pada hari Kamis (1/2), Abdul-Malik al-Houthi mengatakan AS melihat kekuatannya berkurang di dalam dan luar negeri.
Dia menegaskan lagi bahwa operasi anti-Israel di Yaman akan terus berlanjut sampai aksi genosida Rezim Zionis Israel di Gaza berakhir.
“Salah satu tanda kegagalannya adalah upaya Washington mencari bantuan dari Beijing untuk memediasi dan membujuk kami menghentikan operasi kami untuk mendukung Palestina melawan kapal-kapal Israel dan kapal-kapal yang terkait dengan Israel,” katanya.
Al-Houthi menambahkan, “China mengetahui apa yang dilakukan Amerika di Taiwan, dan mengetahui apa yang telah dilakukan Amerika dalam membidik China, menjatuhkan sanksi ekonomi serta berupaya membatasi pertumbuhan ekonominya. China mengetahui kebijakan bermusuhan Amerika terhadap China, dan China sangat menyadari sejauh mana konspirasi Amerika melalui masalah Taiwan. Karena itu, China tidak akan melibatkan diri, melayani Amerika atau bekerja demi kepentingan Amerika.”
Dia menegaskan bahwa Israel dan pendukung Baratnya harus menyadari bahwa mereka tidak dapat mematahkan tekad rakyat Yaman dengan melakukan serangan udara berulang kali di wilayah Yaman.
Yaman Serang Kapal Inggris
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, di hari yang sama menyatakan pihaknya telah membom “kapal komersial Inggris” yang sedang berlayar di Laut Merah menuju pelabuhan di Israel.
“Sebagai dukungan terhadap rakyat Palestina yang tertindas, dan sebagai bagian dari respon terhadap agresi Amerika-Inggris terhadap negara kami, Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Yaman menyerang sebuah kapal komersial Inggris di wilayah Laut Merah dengan rudal anti-kapal yang sesuai, ketika kapal itu sedang menuju ke pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina,” tulisnya di Telegram.
Beberapa jam sebelumnya, AL Yaman merudal kapal perusak Amerika Gravely” di Laut Merah, dan AL AS hanya mampu menghalau serangan rudal di “garis pertahanan terakhir” dengan bantuan sistem anti-pesawat jarak dekat. (mm/presstv/raialyoum)
Baca juga:
Pasukan Yaman Serang Kapal Perusak AS USS Gravely
Pejabat AS: Israel Tak Capai Banyak Kemajuan dalam Memerangi Hamas