Beirut, LiputanIslam.com – Di tengah berlanjutnya konfrontasi antara Hizbullah dan Israel, seorang pejabat senior Hizbullah menyatakan pihaknya siap sepenuhnya menghadapi perang total yang mungkin akan berkobar melawan rezim Zionis tersebut.
Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Sayyed Hashem Safieddine, menyatakan kesiapan itu dalam pidatonya di sebuah upacara di Beirut, ibu kota Lebanon, Rabu (31/1).
“Respon potensial Hizbullah terhadap kesalahan perhitungan Israel mengenai Lebanon akan sangat kuat dan cepat,” tegasnya, seperti dikutip jaringan televisi Al-Manar milik Hizbullah.
Hizbullah pernah dua kali berperang melawan Israel pada tahun 2000 dan 2006, dan di situ Hizbullah berhasil memaksa pasukan Zionis Israel mundur secara memalukan.
Israel mulai melancarkan serangan sporadis terhadap Lebanon setelah dimulainya perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023, yang memicu baku tembak dengan Hizbullah.
Konfrontasi Hizbullah dengan Israel semakin meningkat intensitasnya menyusul serangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh Israel, termasuk terhadap Saleh Al-Arouri, seorang pejabat senior gerakan perlawanan Palestina Hamas, yang gugur dalam pembunuhan pada tanggal 2 Januari.
Belakangan ini Hizbullah mulai menggunakan rudal , termasuk Falaq 1 dan Burkan, dalam operasi pembalasan terhadap sasaran-sasaran Israel.
Safieddine menegaskan Hizbullah sengaja memperkenalkan senjata baru tersebut dalam pertempuran perbatasan.
“Ini hanyalah sebagian dari apa yang kami miliki,” katanya.
Dia juga menegaskan bahwa semua ancaman Israel terhadap Lebanon tidak membuahkan hasil, dan bahwa musuh akan gagal menggagalkan gerakan dalam konfrontasi lintas batas.
Sementara itu, tentara Israel pada hari Rabu memutuskan untuk mengurangi pasukannya di kota-kota dekat perbatasan Lebanon, menurut situs berita Ynet milik Israel.
Menurut Ynet, tentara Israel memutuskan untuk “mengurangi jumlah tentara yang ditempatkan di kota-kota Israel dekat perbatasan Lebanon dan mengurangi jumlah pasukan militer yang dikerahkan di wilayah tersebut.”
Ynet memenambahkan: “Unit tim siaga lokal sekarang akan bertanggung jawab untuk mengamankan kota-kota ini, dan akan diminta untuk menanggapi insiden dan ancaman keamanan di kota-kota mereka sampai pasukan militer tiba.”
Tentara Israel telah mengevakuasi puluhan ribu warga Israel dari puluhan kota dekat perbatasan Lebanon sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada Oktober lalu. (mm/almanar/raialyoum)