Baghdad, LiputanIslam.com – Brigade Hizbullah Irak pada Selasa malam (30/1) mengumumkan penangguhan operasi militernya terhadap pasukan Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Sekjennya, Abu Hussein Al-Hamidawi, Brigade Hizbullah menyatakan, “Kubu resistensiIslam Brigade Hizbullah membuat keputusannya membela saudara kami yang tertindas di Gaza atas kemauannya sendiri, dan tanpa campur tangan pihak lain.”
Brigade Hizbullah menambahkan: “Saudara-saudara kami di Republik Islam (Iran) tidak tahu bagaimana kami bekerja, dan mereka sering menolak tekanan dan eskalasi terhadap pasukan pendudukan AS di Irak dan Suriah.”
Brigade Hizbullah juga menegaskan, “Dalam komitmen kami untuk memenuhi mandat kemanusiaan dan ideologis kami, kami telah bekerja dengan kebijaksanaan, pertimbangan, dan perhitungan yang cermat terhadap keseimbangan hukum dan moral dalam keadaan yang paling keras, dan kami mengumumkan penangguhan operasi militer dan keamanan terhadap pasukan pendudukan (AS).”
Mereka beralasan bahwa penangguhan itu adalah supaya “tidak memberatkan pemerintah Irak”.
Mereka lantas memastikan pihaknya “akan terus membela saudara-saudara kami di Gaza dengan berbagai cara lain” dan akan melakukan pertahanan secara temporal jika terjadi serangan AS terhadap mereka.
Menurut situs saluran Al-Hurra milik AS, nama Brigade Hizbullah disebutkan terlibat dalam serangan di perbatasan Yordania, sebagaimana Pentagon menyatakan pada hari Senin bahwa serangan yang menyasar pangkalan militer AS di Yordania dan menewaskan tiga tentara AS dan melukai lebih dari 30 lainnya “memiliki sidik jari Brigade Hizbullah Irak”.
Menurut sumber yang sama, Brigade Hizbullah adalah proksi Iran yang aktif di Irak dan Suriah, dan secara resmi didirikan pada April 2007. (mm/alalam/raialyoum)