Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon pada Selasa malam (30/1) mengumumkan pihaknya telah menggempur konsentrasi tentara pendudukan Israel di situs Hadab Aita Israel, di perbatasan Lebanon-Palestina. Bersamaan dengan ini, Hizbullah memamerkan “Pasukan Ridwan” andalannya untuk melawan Israel.
Hizbullah mengaku telah menggempur target tersebut dengan rudal, yang “mengenanya secara langsung”.
Selain itu, mereka juga menyerang sebuah bangunan di mana tentara pendudukan ditempatkan di pemukiman Metulla, dan memastikan bahwa bangunan tersebut terkena serangan ini.
Setelah pernyataan tersebut, media militer Hizbullah merilis sebuah video berjudul “Aku Prajurit Radwan,” yang mendokumentasikan kemampuan tempur para pejuang Pasukan Radwan.
#الإعلام_الحربي في #المقاومة_الإسلامية ينشر فاصلاً بعنوان:
" إنّي جندي الرضوان…"#لبنان #الميادين_لبنان pic.twitter.com/6kYLCnohEU
— الميادين لبنان (@mayadeenlebanon) January 30, 2024
Hizbullah sebelumnya juga mengaku telah menyerang kumpulan tentara Israeldi sekitar situs Hadab Yarin milik Israel.
Dalam pernyataan kedua, mereka menyatakan bahwa pasukan penembak jitunya telah membidik peralatan spionase Israel di seberang desa Al-Wazzani.
Hal ini terjadi pada saat media Israel mengkonfirmasi bahwa Hizbullah telah mengintensifkan peluncuran rudal berat dari Lebanon menuju situs militer dan pemukiman di seluruh Galilea.
Di pihak lain, Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant pada Selasa malam menyatakan Tel Aviv siap menghadapi perang di utara yang “akan menghancurkan” bagi Hizbullah dan Lebanon.
“Kami siap dan siap berperang, dan akan tiba saatnya kesabaran kami habis dan kami harus bergerak dengan tegas untuk memaksakan ketenangan di perbatasan utara, untuk mengubah situasi keamanan dan situasi. keamanan warga Israel,” tegasnya.
Dia menambahkan: “Situasi demikian akan menyulitkan Israel, namun menghancurkan bagi Hizbullah dan Lebanon.”
Sejak Jalur Gaza dilanda perang pada tanggal 8 Oktober, perbatasan Israel-Lebanon diwarnai ketegangan dan konfrontasi antara tentara Israel dan Hizbullah hingga menyebabkan banyak korban jiwa dan cedera di kedua belah pihak, selain korban di kalangan warga sipil Lebanon.
Sejak 7 Oktober 2023, tentara Israel telah melancarkan perang dahsyat di Gaza, yang hingga Selasa (30/1) telah menyebabkan 26.751 orang gugur syahid dan 65.636 orang terluka, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, menurut pihak Palestina, selain juga telah menyebabkan “kehancuran besar-besaran dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” menurut PBB. (mm/almayadeen/raialyoum)