AlQuds, LiputanIslam.com – Para pejuang Hizbullah Lebanon meluncurkan rudal Burkan terhadap barak militer Branit Israel pada hari Senin (29/1), sementara Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant menyatakan tentara Israel “akan segera bergerak” ke daerah perbatasan dengan Lebanon.
Media militer Hizbullah mengumumkan, “Untuk mendukung rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza dan untuk mendukung perlawanan mereka yang gagah berani dan terhormat, mujahidin resistensi Islam pada pukul 8:00 pagi pada hari Senin tanggal 29-01 -2024 menyerang Barak Branit dengan rudal Burkan dan tepat mengena sasaran.”
Radio militer Israel melaporkan bahwa dua rudal ditembakkan dari Lebanon selatan menuju Branit di Galilea.
Situs web Israel Yynet mengatakan bahwa tentara Israel melepaskan tembakan artileri ke daerah di Lebanon selatan, tempat roket diluncurkan ke situs Branit.
Eskalasi masih berlanjut di front selatan di Lebanon dan Israel utara, setelah Hizbullah mengumumkan pelaksanaan operasi militer yang menyasar tentara Israel dan titik konsentrasinya.
Perbatasan antara Lebanon dan Israel diwarnai konfrontasi berkala antara Hizbullah dan pasukan Israel sejak pecahnya perang di Gaza, setelah pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengumumkan bahwa front Lebanon adalah front “yang mendukung Gaza.”
Pada hari Senin, media Israel mengumumkan bahwa dua peluru telah jatuh di Israel utara, ditembakkan dari wilayah Lebanon, setelah sirene berbunyi di daerah tersebut.
Saluran 12 TV Israel menyatakan: “Sirene terdengar di (pemukiman) Kiryat Shmona, Mishgav Am, Margaliot, dan Manara,” dekat perbatasan Lebanon.
Saluran itu menambahkan, “Dua peluru terlihat jatuh di area terbuka di daerah Margaliot, tanpa menimbulkan korban jiwa.”
Menurut saluran tersebut, “Suara sirene disertai dengan suara ledakan akibat upaya mencegat rudal.”
Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant mengumumkan pada hari Senin bahwa tentara Israel “akan segera bergerak” ke daerah perbatasan dengan Lebanon.
Dia memberi tahu tentara yang ditempatkan di dekat perbatasan Gaza bahwa mereka akan meninggalkan daerah itu untuk bergerak ke utara.
“Mereka akan segera bergerak sehingga pasukan di utara akan diperkuat,” kata Gallant, sembari menyebutkan bahwa tentara cadangan akan meninggalkan posisi mereka sebagai persiapan untuk operasi di masa mendatang.
Pada hari Senin, Hizbullah juga mengaku bertanggung jawab atas sepuluh serangan terhadap posisi tentara Israel di dekat perbatasan menggunakan rudal Falaq 1 buatan Iran. (mm/raialyoum)