Beirut, LiputanIslam.com – Gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengumumkan pihaknya telah menyerang posisi-posisi militer Israel di lepas perbatasan selatan Lebanon, sementara tentara Israel terus mengebom beberapa kota perbatasan Lebanon, beberapa di antaranya dengan bom fosfor, menurut sumber resmi.
Dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Rabu (24/1) Hizbullah menyatakan para anggotanya telah “menyerang situs Bayad Blida di Israel (di luar kota Blida di Lebanon) dengan senjata yang tepat, dan mengena secara langsung.”
Sementara itu, Kantor Berita resmi Lebanon, NNA, mengatakan bahwa tentara Israel “menuerang kota Kafr Kila (selatan) dengan bom fosfor.”
NNA menjelaskan, “Artileri Israel menyerang dengan peluru fosfor di daerah Panorama, di kota Al-Adissa, sementara kawasan pinggiran daerah Hamul, Al-Dhahira, Alma Al-Shaab, dan Tayr Harfa (selatan) mendapat serangan secara berkala.”
Hal ini bertepatan dengan penerbangan “pesawat pengintai MK musuh (Israel) di sektor barat, terutama di kota Naqoura dan pantai selatan, antara Dataran Ban dan Al-Qalila (selatan),” menurut NNA.
Perkembangan ini terjadi sehari setelah Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant membuat sebuah pernyataan dalam pertemuan dengan para pemimpin kota dan pemukiman Israel yang terletak di garis depan dekat perbatasan Lebanon.
“Israel berusaha mencapai kesepakatan dengan Lebanon melalui cara politik, karena meskipun kita berperang, pada akhirnya akan ada gencatan senjata,” kata Galant saat itu, menurut saluran 14 TV Israel.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Israel Yisrael Katz, pada Rabu, mengancam bahwa Lebanon akan menanggung akibatnya jika Hizbullah tidak mundur dari konfrontasi di perbatasan.
Hal ini disampaikan dalam pidato Katz, saat bertemu dengan sejawatnya dari Inggris David Cameron, yang tiba di Israel pada Rabu pagi pada awal safarinya di Timur Tengah, yang dijadwalkan mencakup Tepi Barat, Qatar dan Turki. (mm/raialyoum)
Baca juga: