Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan rudal terhadap sasaran teroris di Suriah sebagai tanggapan atas dua bom bunuh diri yang terjadi di bagian selatan Iran dan yang diklaim oleh ISIS sebagai tanggung jawabnya, menurut media resmi Iran.
IRGC dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (15/1) mengaku telah “mengidentifikasi tempat berkumpulnya para pemimpin dan elemen utama yang terkait dengan operasi teroris belakangan ini, terutama ISIS, di wilayah pendudukan Suriah, dan menghancurkannya dengan sejumlah rudal balistik, sebagai tanggapan atas kekejaman kelompok teroris belakangan ini, yang menggugurkan sejumlah warga kita tercinta di Kerman dan Rask.”
Media resmi Iran melaporkan bahwa IRGC juga menggempur “pusat mata-mata dan pertemuan kelompok teroris anti-Iran” di Erbil, Irak.
Tiga sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa Bandara Erbil menghentikan lalu lintas udara setelah mendengar ledakan di wilayah udara kota yang terletak di Irak utara.
IRGC menyatakan, “Sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan belum lama ini oleh musuh-musuh terhadap Republik Islam, kami mengumumkan penargetan markas mata-mata dan pertemuan teroris anti-Iran di beberapa bagian wilayah tersebut pada tengah malam dengan sejumlah rudal balistik. ”
IRGC memastikan target-target tersebut telah dihancurkan, dan menyatakan bahwa selanjutnya pihaknya akan mengungkapkan rinciannya. (mm/presstv/raiayoum)