Baghdad, LiputanIslam.com – Pasukan perlawanan Irak menyerang pangkalan militer yang diduduki AS di provinsi Deir Elzor di Suriah timur serta menggempur situs-situs strategis di wilayah pendudukan Palestina 1948 sebagai pembalasan atas dukungan AS terhadap kekejaman Israel di Jalur Gaza.
Dikutip saluran Al-Mayadeen, Jumat (12/1), sumber-sumber lokal Irak melaporkan bahwa pasukan tersebut pada hari itu melesatkan salvo rudal ke pangkalan yang menampung pasukan AS di ladang gas Conoco.
Pada hari yang sama, pasukan resistensi Islam di Irak dalam pernyataan terpisah yang diterbitkan di saluran Telegramnya mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap instalasi militer Israel di wilayah Galilea, serta di lokasi penting di Pelabuhan Eilat.
Belum ada laporan segera mengenai dampak dan akibat serangan-serangan tersebut.
Kelompok tersebut menegaskan bahwa serangan itu tak lain sebagai pembalasan atas dukungan AS terhadap kebrutalan Israel yang sejauh ini telah mengugurkan sedikitnya 23.708 orang Palestina dan melukai 60.005 lainnya di Jalur Gaza.
AS selaku sekutu terbesar Israel telah memberikan senjata dan amunisi kepada rezim Zionis tersebut sejak dimulainya perang Gaza.
Dewan Perwakilan Rakyat AS pada tanggal 2 November mengesahkan paket bantuan militer mandiri senilai $14,3 miliar untuk Israel. Namun undang-undang tersebut belum mendapat persetujuan Senat.
Washington juga telah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak Israel agar menghentikan agresinya. (mm/presstv)