
Beirut, LiputanIslam.com – Wissam Hassan al-Tawil, seorang komandan senior Hizbullah Lebanon gugur akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan.
Al-Tawil bertugas di pasukan elit Radwan Hizbullah, dan dia gugur ketika Israel menyerang mobil yang membawanya di desa Khirbet Selm pada hari Senin (8/1).
Israel mengalami depresi dalam melancarkan invasi darat ke Jalur Gaza sejak awal Oktober, dan belum mencapai tujuan apa pun di Gaza, selain melakukan genosida yang sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 23.000 warga sipil.
Sejak saat itu, Lebanon selatan juga dilanda ketegangan di mana pasukan Hizbullah setiap hari terlibat konfrontasi bersenjata melawan Israel di perbatasan.
Pada hari Senin, satu anggota Hizbullah lainnya juga gugur akibat serangan udara Israel di desa Majdal Selm, dan Hizbullah memperingatkan Israel mengenai konsekuensi eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Jumat pekan lalu, Pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengatakan Israel kewalahan dan merahasiakan “kerugian besar” yang dideritanya dalam pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon selatan.
Militer Israel mengakui bahwa pangkalan udara strategisnya di Gunung Meron “rusak parah” akibat serangan rudal Hizbullah.
Serangan itu merupakan reaksi keras Hizbullah terhadap serangan Israel yang menggugurkan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di pinggiran selatan Beirut, pada 2 Januari.
Pada hari Senin juga dilaporkan bahwa pertempuran sengit di mana kedua pihak saling membom berlanjut di perbatasan, dan jet tempur Israel terbang sejak pagi hari, termasuk pada ketinggian rendah.
Pemboman baru Israel menyasar kota Kafr Shuba dan perbukitan atas Kafr Shuba, sementara Hizbullah menggempur situs militer Israel di dekat situs radar dekat situs Ruwaisat Al-Alam dan Al-Samaqa dan di puncak bukit di Kafr Shuba dan Shebaa Farms.
Di sisi lain, media Israel menyebutkan bahwa sebuah rudal besar jatuh di daerah Kiryat Shmona tanpa ada sirene, dan Iron Dome pun tidak aktif, sehingga berarti bahwa rudal itu bisa jadi mengecoh radar Israel dan tidak terdeteksi oleh sensor Iron Dome.
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengancam akan menjadikan Lebanon seperti Gaza yang luluh lantak, di tengah mengingkatnya ketegangan Israel dengan Hizbullah.
“Mereka melihat apa yang terjadi di Gaza, mereka tahu kita bisa menyalin dan menempelkannya ke Beirut,” kata Gallant dalam wawancara dengan Wall Street Journal.
Namun, Gallant tampak mengulangi kekhawatiran Israel terhadap kekuatan Hizbullah, dengan mengatakan bahwa “prioritasnya bukanlah berperang” dengan Hizbullah. (mm/presstv/alalam)
Baca juga: