Teheran, LiputanIslam.com – Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan yang menewaskan sekira 100 orang dan melukai ratusan lainnya pada momen haul jenderal legendaris Isran Qassem Soleimani di kota Kerman, Iran tenggara.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di saluran Telegram afiliasinya, ISIS menyatakan dua anggotanya telah meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan orang di area sekitar pemakaman untuk memperingati peristiwa pembunuhan Jenderal Soleimani oleh AS.
Sebelumnya, sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita resmi IRNA bahwa ledakan pertama di pemakaman di Kerman, tanah kelahiran Jenderal Soleimani, adalah akibat aksi bom bunuh diri.
“Pelaku bom bunuh diri dalam insiden pertama adalah seorang pria yang hancur berserakan akibat ledakan tersebut, dan identifikasi pelaku bom bunuh diri sedang diselidiki,” katanya.
“Penyebab ledakan kedua kemungkinan besar sama,” lanjut sumber itu kepada IRNA.
Menurut sumber itu, lokasi ledakan masing-masing berjarak 1,5 km dan 2,7 km dari makam Jenderal Soleimani, sehingga tidak memungkinkan melewati gerbang inspeksi di kawasan tersebut.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk “serangan teroris pengecut” yang terjadi di Kerman pada hari Rabu tersebut, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Iran.
Iran mengumum hari berkabung nasional pada hari Kamis atas tragedi tersebut, dan masyarakat pun menggelar aks-aksi konsentrasi belasan kota di seantero Iran, dengan meneriakkan yel-yel “mampus Israel” dan “mampus Amerika”.
Sementara itu, warga Iran akan menggelar aksi nasional usai salat Jumat (5/1) tepat pada hari prosesi pemakaman para korban.
Badan keamanan utama Iran menugaskan organisasi intelijen, keamanan dan penegakan hukum untuk segera mengidentifikasi dan menghukum mereka yang berada di balik peledakan bom Kerman.
Dewan Tinggi Keamanan Nasional mengadakan sidang ad hoc pada hari Kamis untuk mendengarkan dan meninjau laporan organisasi-organisasi tersebut, dan kemudian memutuskan bahwa “badan intelijen harus segera melacak petunjuk yang diperoleh dari operasi teroris dan mengidentifikasi serta memperkenalkan pelakunya yang merupakan pasukan bayaran”. (mm/presstv)
Baca juga: