Jakarta, LiputanIslam.com–Aksi teror mengguncang acara peringatan gugurnya Jenderal Qassem Soleimani. Jenderal Soleimani gugur syahid 4 tahun yang lalu, pada 3 Januari 2020 karena dibunuh militer AS saat ia berkunjung ke Irak. Setiap tahun, rakyat Iran memperingati syahidnya pahlawan mereka dan puluhan ribu warga Iran datang berziarah ke makamnya di kota Kerman. Namun tahun ini, acara peringatan tersebut diguncang oleh aksi terorisme.
Kepala Layanan Darurat Kerman mengatakan kepada Press TV bahwa sedikitnya 73 orang tewas dan 171 orang terluka dalam ledakan teror itu. Kondisi banyak orang yang terluka dalam ledakan Kerman sangat kritis sehingga jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.
Menurut Bulan Sabit Merah Iran, tiga tim penyelamat yang dikirim ke lokasi ledakan untuk membantu korban juga Kerman menjadi martir dalam ledakan kedua.
Pejabat kota Kerman mengatakan bahwa dua bom meledak dalam selang waktu 10 menit dan peledakan itu diorganisir dan dilakukan oleh teroris. Menurut informasi yang dirilis Press TV, pelaku serangan teror Kerman meledakkan bom dengan remote control. (ra/presstv)
Ikuti update berita Liputan Islam di channel telegram t.me/Liputanislam