Beirut, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengutuk serangan drone Israel yang menggugurkan tokoh Hamas Saleh Al-Arouri dan beberapa rekannya Beirut, di ibu kota Lebanon, pada hari Selasa (2/1).
Dalam siaran persnya, Haniyeh menyebut pembunuhan itu sebagai “aksi teror total, pelanggaran kedaulatan Lebanon dan perluasan lingkaran agresi“, dan Israel “bertanggung jawab atas agresi brutal ini.”
Dia menyebutkan bahwa Syahid Al-Arouri bekerja di segala bidang dan gelanggang demi Palestina, Al-Quds, dan Masjid Al-Aqsa.
Haniyeh menekankan bahwa sebuah gerakan yang para pemimpin dan pendirinya gugur tidak akan pernah bisa dikalahkan, dan serangan-serangan itu “malah akan meningkatkan kekuatan, kesolidan, dan tekad yang tak tergoyahkan”.
Dia menambahkan bahwa pembunuhan Syekh Saleh Al-Arouri dan saudara-saudaranya itu “merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan perluasan lingkaran agresi terhadap bangsa dan umat kami.”
Dia menekankan bahwa rezim pendudukan “tidak akan berhasil mematahkan ketabahan dan perlawanan di antara rakyat kita dan perlawanan mereka yang gagah berani.”
Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Hamas, Saleh Al-Arouri, dan sejumlah pemimpin Gerakan Hamas gugur syahid akibat agresi Israel yang menargetkan mereka di pinggiran selatan Beirut pada hari Selasa (2/1)
Faksi-faksi Palestina mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai akibat dari kegagalan politik dan militer rezim pendudukan Israel. (mm/almayadeen)