Sanaa, LiputanIslam.com – Parlemen Yaman kembali menegaskan tekad negaranya untuk melawan kehadiran militer AS dan Inggris di perairan regional, sehari setelah sejumlah anggota AngkatanL Yaman gugur diserang pasukan AS di Laut Merah.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh parlemen Yaman pada hari Senin (1/1) menegaskan bahwa AS berupaya meningkatkan permusuhan di dunia Arab di tengah konflik di Palestina dimana agresi Israel di Gaza telah memicu serangan terhadap kepentingan Israel dan AS di negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah.
“Dengan menyerang kapal-kapal Yaman, AS berupaya memperluas konflik di dunia Arab sehingga dapat mendukung pembunuhan keji yang dilakukan terhadap bangsa Palestina,” bunyi pernyataan itu.
Para pejabat Amerika dan Yaman telah mengkonfirmasi bahwa tiga kapal Yaman tenggelam dan 10 prajurit Yaman gugur di Laut Merah akibat konfrontasi antara AL AS dan Al Yaman pada hari Ahad.
Gerakan Ansarullah (Houthi) yang berkuasa di Yaman telah mengorganisir serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan rezim Israel sejak agresi di Jalur Gaza dimulai pada awal Oktober.
Serangan tersebut ditujukan untuk memaksa Israel dan sekutunya menghentikan agresi yang telah menyebabkan hampir 22.000 orang Palestina gugur di Jalur Gaza.
Rakyat Yaman telah bersumpah bahwa mereka akan membalas dendam atas serangan pada hari Ahad terhadap kapal mereka, sembari menegaskan bahwa serangan tersebut hanya akan menyebabkan peningkatan operasi anti-Israel mereka.
Negara-negara di kawasan juga telah memperingatkan bahwa kegagalan menghentikan perang di Gaza akan menyebabkan konflik menyebar ke wilayah lain.
Hal ini terjadi ketika laporan pada hari Senin menyebutkan bahwa serangan terhadap kapal-kapal Yaman telah menambah keberanian sekutu AS untuk ikut serta dalam konflik di Laut Merah.
Para pejabat Inggris mengatakan mereka berencana untuk bergabung dengan koalisi maritim pimpinan AS di kawasan tersebut untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari Houthi.
Menteri Pertahanan Grant Shapps mengatakan dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Daily Telegraph bahwa Inggris “bersedia mengambil tindakan langsung” terhadap Houthi. (mm/presstv)
Baca juga: