Gaza, LiputanIslam.com – Agresi Israel terhadap Jalur Gaza berlanjut hingga hari ke-85, dengan semakin intensifnya pemboman udara dan artileri di beberapa wilayah di Jalur Gaza, menyebabkan puluhan orang gugur terluka dan hilang di bawah reruntuhan, sementara pasukan Hizbullah Lebanon terus menggempur posisi-posisi Israel di sekitar perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.
Tentara Israel pada hari Jumat (29/12) berbicara tentang perluasan operasinya di Gaza tengah dan selatan, sementara sebuah sumber di Brigade Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan pihaknya telah melancarkan operasi penyergapan di lingkungan Tuffah sebelah timur Gaza.
Disebutkan bahwa sergapan itu menyebabkan hancurnya satu unit mobil pengangkut pasukan dan terbunuhnya 10 tentara Israel akibat serangan jarak dekat.
Al-Qassam juga mengaku telah menggempur dan menghancurkan 20 unit kendaraan militer Israel selama 48 jam terakhir.
Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon melancarkan delapan serangan lagi terhadap posisi militer Israel pada hari Jumat, menghantam pangkalan-pangkalan serta pasukan, sebagai kelanjutan dari dukungannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Laporan dari Lebanon menyebutkan bahwa kelompok pejuang Hizbullah melancarkan serangan terhadap bunker artileri Israel di Khirbet Ma’ar serta situs Al-Marj, situs Ruweisat Al-Qarn, dan situs Hadab Yaroun.
Hamas menyerang lokasi pertemuan tentara Zionis di Ramya dan lokasi lain antara barak Zar’it dan lokasi Birket Risha.
Hizbullah juga menghantam derek yang membawa peralatan pengawasan dan peralatan mata-mata di area peternakan Doviv.
Hizbullah menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan “untuk mendukung ketabahan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan solidaritas atas perlawanan mereka yang berani dan terhormat.”
Sebagaimana para pejuang di Gaza, Hizbullah juga kerap merilis video-video serangannya terhadap pasukan Zionis Israel. (mm/aljazeera/presstv)
Baca juga: