TelAviv, LiputanIslam.com – Pasukan elit Israel Batalyon ke-13 Brigade Golani dilaporkan telah menyerahkan kendali atas sebuah lingkungan di Kota Gaza setelah menderita kerugian besar di sana.
Pasukan itu menyerahkan kendali atas lingkungan kota Shujaiya kepada pasukan lain, lapor jaringan berita al-Araby al-Jadeed yang berbasis di London pada hari Jumat, mengutip Channel 13 Israel.
Laporan itu menyebutkan bahwa media Israel baru-baru ini merilis rekaman video yang memperlihatkan pasukan brigade infanteri itu sedang bersuka ria setelah mundur dari medan perang.
Lingkungan yang menjadi titik konflik tersebut telah mendapatkan reputasi sebagai “perangkap maut” bagi pasukan rezim Zionis.
Di daerah tersebut terdapat bukit strategis Tell al-Muntar , yang menghadap ke seluruh Kota Gaza, sehingga memberikan arti strategis tersendiri bagi wilayah tersebut dan dianggap sebagai “pintu gerbang ke Gaza”.
Pasukan elit Israel angkat kaki dari Al-Shujaiya setelah para pejuang Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas yang berbasis di Gaza, berhasil menimpakan kerugian besar pada mereka.
Serangan Brigade Al-Qassam dilaporkan merenggut nyawa sedikitnya 10 anggota Brigade Golani, dan melukai empat orang lainnya, termasuk perwira menengah.
Perkembangan ini terjadi di tengah kontinyuitas serangan Israel terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Israel memulai perang setelah operasi para pejuang Gaza tersebut menyebabkan ratusan orang Israel tertawan.
Sedikitnya 20.057 orang, termasuk sekitar 8.000 anak-anak dan 6.200 wanita, gugur akibat serangan brutal Israel.
Kubu resistensi di Gaza bersumpah untuk pantang menyerah, dan akan terus bertahan melawan serangan gencar Israel, dan siap menjalani “perang panjang” melawan rezim pendudukan. (mm/raialyoum)