Sanaa, LiputanIslam.com – Pemerintah Yaman kubu Ansarullah mengancam akan bereaksi terhadap negara manapun yang membuka zona udaranya bagi AS dan para sekutunya untuk melakukan pemboman terhadap Yaman.
Tentang ini, Muhammad Ali Al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, dalam pernyataan kepada saluran Al-Mayadeen, Kamis (21/12), mula-mula menyatakan bahwa tujuan “koalisi maritim” yang diumumkan oleh AS bukan untuk melindungi pelayaran internasional, melainkan demi melindungi Israel semata.
Dia menekankan bahwa apa yang ditegaskan oleh Angkatan Bersenjata Yaman ialah bahwa pelayaran internasional aman bagi semua, kecuali kapal Israel atau mereka yang menuju ke pelabuhan Israel.
Al-Houthi menyatakan bahwa pihak yang menginginkan keamanan di Laut Merah harus menghentikan genosida Israel yang didukung AS di Gaza.
Mengenai dampak aliansi maritim yang diumumkan AS belakangan ini, Al-Houthi mengatakan bahwa dengan cara itu AS sengaja memiliterisasi Laut Merah dan justru menyerang lalu lintas pelayaran internasional.
Dia mengingatkan bahwa bangsa Yaman tidak bisa berdiam diri jika Yaman terkena agresi AS maupun non-AS.
“Semua opsi tersedia untuk merespons serangan apa pun,” tegasnya.
Dia lantas berpesan kepada Arab Saudi dan UEA “untuk tidak berpihak pada Israel di hadapan pihak yang mendukung bangsaPalestina,” dan menyebutkan bahwa tidak tepat jika Arab Saudi bersikap netral terhadap apa menimpa Palestina, dan bahwa Yaman tidak ingin Arab Saudi berada dalam aliansi apa pun yang mendukung Israel.
Al-Houthi memperingatkan bahwa Yaman akan bereaksi terhadap negara mana pun yang membuka wilayah udaranya untuk pemboman terhadap Yaman
Dia juga menyerukan kepada mengimbau setiap Muslim “yang hatinya tertekan oleh apa yang terjadi di Palestina” untuk menarik aset keuangannya dari bank-bank negara yang mendukung Israel.(mm/almayadeen)