Gaza, LiputanIslam.com – Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Obeida memastikan bahwa para pejuang sayap militer Hamas ini masih terus bertempur dan berjuang melawan agresi pasukan pendudukan Israel, dan sejauh ini telah menggempur 740 kendaraan militer dan menimbulkan kerugian fatal pada pihak Israel.
Melalui rekaman audio yang dirilis pada hari Kamis (21/12), dia mengungkapkan bahwa mujahidin Brigade Al-Qassam dalam seminggu terakhir telah sukses melakukan lebih dari 15 operasi penembak jitu, yang semuanya berada di wilayah invasi militer Israel.
Menurut Abu Obeida, apa yang dilakukan pasukan pendudukan ialah “mencari gambaran kemenangan dan prestasi”.
“Musuh yang kalah dan kesusahan belum belajar satu pelajaran pun dari pengalaman sejarah,” tegasnya.
Dia menilai pasukan pendudukan masih mengulangi kebodohan dan kesalahan sejarahnya, dan “terpisah dari realitas bangsa Palestina dan tidak mengetahui peradaban mereka.”
Mengenai tawanan Israel, dia memastikan bahwa kelanjutan agresi tidak memungkinkan pembebasan para tawanan.
“Jika musuh ingin menangkap mereka hidup-hidup maka tidak punya pilihan selain menghentikan agresi,” tandasnya.
Dia menambahkan, “Tujuan menumpas resistensi pasti akan gagal.”
Abu Obeida mengingatkan bahwa operasi militer Israel sudah jelas-jelas gagal, dan “membuktikan apa yang telah kami umumkan sejak hari pertama perang, yaitu bahwa urusan ini menjurus pada pertukaran (tawanan).”
Dia mengapresiasi para pejuang Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds serta para pejuang lain di Yaman dan Lebanon.
Menyusul pernyataan Abu Obeida, Brigade Al-Qassam merilis video berisi pernyataan “Meski kami sangat menginginkan mereka (tawanan Israel) tetap hidup, tapi Netanyahu justru bersikeras untuk membunuh mereka.” Pernyataan ini mengacu pada tindakan pasukan Israel membunuh tiga tawanan yang ada di Gaza. (mm/almayadeen)
Baca juga: