
Kairo, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Hamas telah tiba di Kairo, ibu kota Mesir, Kamis (20/12) untuk melakukan pembicaraan mengenai perang Gaza, seiring berkembangnya harapan bahwa kubu pejuang Palestina dan Israel dapat menyetujui persyaratan untuk gencatan senjata baru.
Ismail Haniyeh berkunjung ke Kairo untuk bertemu dengan kepala intelijen Kairo dan pejabat Mesir lainnya, yang bertindak sebagai mediator utama. Di pihak lain, para pejabat Israel dalam pembicaraan dengan perwakilan AS dan Qatar mengisyaratkan kemungkinan bahwa Tel Aviv menyambut kesepakatan gencatan senjata.
Haniyeh berencana membahas “penghentian agresi” di Gaza, kata sumber Hamas kepada AFP. Dunia menekan Israel dan kelompok Palestina untuk menyetujui persyaratan penghentian pemboman di Gaza, setelah 10 minggu serangan Israel menggugur sekira 20.000 orang, termasuk 7.729 anak-anak, dan menyebabkan 1,9 juta orang mengungsi sertamembutuhkan air, makanan dan obat-obatan.
Selama gencatan senjata yang berlangsung dari 24 November hingga 1 Desember, badan-badan internasional dapat mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Israel membebaskan 240 tahanan Palestina, sementara Hamas mengembalikan 100 warga Israel dan lainnya yang ditawan dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang Israel dan memicu pembalasan kejam Israel terhadap Jalur Gaza.
Hamas menawan total 240 warga Israel dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Israel pada tanggal 7 Oktober.
Sejak itu Israel terus menggempur Gaza dan bersumpah akan menumpas Hamas. Namun kedua belah pihak belakangan ini meluncurkan kembali perundingan tidak langsung, yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar, dengan tujuan menerapkan kembali gencatan senjata dan membebaskan lebih banyak tawanan dengan imbalan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.
Pembicaraan di Kairo juga akan mencakup kemungkinan “kesepakatan untuk pembebasan tahanan (Palestina)”, kata sumber itu.
Kunjungan Haniyeh ke Kairo terjadi setelah pemerintah Israel memberi isyarat bahwa pihaknya terbuka untuk menyetujui gencatan senjata lainnya manakala tekanan semakin meningkat untuk pemulangan 129 tawanan yang masih ditahan Hamas.
Selasa lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada keluarga para tawanan mengatakan upaya diplomatik intensif sedang dilakukan untuk memulangkan kerabat mereka.
Dalam pertemuan sehari sebelumnya di Warsawa antara kepala intelijen Israel, perdana menteri Qatar, dan kepala CIA AS, para pejabat itu membahas kemungkinan syarat gencatan senjata. (mm/aljazeera)