Sanaa, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Yaman Mayjen Mohammad al-Atifi mengecam pembentukan satuan tugas maritim pimpinan AS di Laut Merah untuk melindungi lalu lintas kapal dagang menuju wilayah pendudukan Israel, dan memperingatkan aliansi Barat bahwa setiap serangan terhadap Yaman akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan.
“Kami memiliki amunisi dan perlengkapan militer yang dapat menenggelamkan kapal perang, kapal selam, dan kapal induk Anda,” tegas Al-Atifi pada hari Senin (18/12).
“Angkatan Bersenjata Yaman akan mengubah Laut Merah menjadi kuburan koalisi pimpinan AS jika aliansi tersebut memutuskan untuk mengambil tindakan apa pun terhadap Yaman,” sambungnya.
Sebelumnya pada hari Senin, kepala Pentagon Lloyd Austin mengumumkan pembentukan koalisi, yang antara lain melibatkan Bahrain, Kanada, Perancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, Spanyol dan Inggris, untuk berpatroli di Laut Merah sebagai tanggapan atas serangan Yaman terhadap kapal-kapal yang bergerak menuju Israel. Serangan itu sendiri dilakukan sebagai balasan atas kebrutalan Israel di Jalur Gaza.
Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman telah bersumpah akan melawan koalisi pimpinan AS, dan menegaskan bahwa Washington akan mengalami kekalahan baik secara militer maupun prestise jika menyerang Yaman.
“Angkatan Bersenjata Yaman mempunyai pilihan yang sulit, yang akan mereka gunakan sebagai respon terhadap setiap tindakan agresi terhadap tanah air mereka. Kami hanya menargetkan kapal-kapal milik Israel atau menuju pelabuhan Israel,” kata Mohammed al-Bukhaiti, anggota biro politik Ansarullah.
Bukhaiti menekankan bahwa Yaman berkomitmen terhadap navigasi yang aman di laut.
“Kami hanya bertindak melawan kepentingan rezim Zionis. Kami akan menghadapi koalisi apa pun yang dibentuk Washington di Laut Merah,” tegasnya.
Pejabat senior Yaman itu juga menyatakan bahwa negosiasi sedang dilakukan melalui perantara dengan sejumlah negara, termasuk AS, untuk membujuk pasukan Yaman agar menghentikan operasi pembalasan terhadap Israel tersebut. (mm/presstv)
Baca juga: