Gaza, LiputanIslam.com – Puluhan warga Palestina gugur dan cedera akibat pemboman Israel yang menyasar sebuah bangunan perumahan di lingkungan Al-Rimal di Kota Gaza, Selasa (19/12).
Saksi mata mengatakan pemboman itu mengena sebuah bangunan di lingkungan Al-Rimal di Kota Gaza, hingga mengakibatkan puluhan orang gugur dan terluka serta sejumlah orang lain hilang dan dipastikan berada di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qudra, dalam konferensi pers mengatakan, “214 orang gugur syahid dan 300 orang terluka tiba di rumah sakit dalam beberapa jam terakhir, dan sejumlah besar korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan.”
Jet tempur dan kendaraan artileri Israel terus melancarkan serangan intensif dan serentak ke berbagai wilayah di Jalur Gaza utara dan selatan.
Al-Qudra mengatakan, sedikitnya 13 warga Palestina gugur dan 75 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur utara pada Selasa.
Kamp Jabalia yang terletak di area luas 1,4 kilometer persegi adalah yang terbesar dari delapan kamp pengungsi di Gaza, dan menampung sekitar 116.000 pengungsi terdaftar, yang banyak di antaranya bergantung pada makanan dan obat-obatan dari bantuan yang diberikan oleh United Nations Relief dan Badan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada hari Selasa juga mengungkapkan bahwa pasukan Israel menjadikan Rumah Sakit Al-Awda di Jalur Gaza utara sebagai barak militer, yang menampung puluhan personel medis, pasien, dan pengungsi di dalamnya.
Juru bicara kementerian Ashraf Al-Qudra mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Pasukan pendudukan Israel mengubah Rumah Sakit Al-Awda menjadi barak militer, dan menahan 240 orang di dalamnya, termasuk 80 staf medis, 40 pasien, dan 120 pengungsi, tanpa air, makanan, atau obat-obatan, dan pergerakan antardepartemen juga dicegah.”
Dia menambahkan bahwa pasukan Israel “menangkap enam staf rumah sakit, dipimpin oleh direkturnya, Ahmed Muhanna, selain seorang pasien dan seorang pendamping.”
Dalam pernyataan selanjutnya, Al-Qudra menyatakan pihaknya heran atas kebungkaman dunia internasional terkait “genosida” yang dilakukan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza utara.
Sejak 7 Oktober lalu, pasukan Zionis Israel mengobarkan perang dahsyat di Jalur Gaza, yang hingga Senin malam lalu, telah menggugurkan 19.453 orang dan melukai 52.286 orang, yang kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita, menimbulkan kerusakan besar dan kehancuran pada infrastruktur, dan menyebabkan “bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya”, menurut sumber-sumber Palestina dan internasional. (mm/raialyoum)
Baca juga: