Beirut, LiputanIslam.com – Kekerasan meningkat di perbatasan Lebanon dengan Israel pada hari Ahad (10/12), ketika Hizbullah meluncurkan beberapa rudal kuat dan drone berbahan peledak ke situs-situs Israel, sementara serangan udara Israel mengguncang beberapa distrik dan desa di Lebanon selatan.
Israel dan Hizbullah terlibat konfrontasi sejak perang pecah di Gaza dua bulan lalu, dan ini menjadi pertempuran terburuk antara keduanya sejak perang tahun 2006, namun konfrontasi sebagian besar hanya terjadi di wilayah perbatasan.
Ali Hijazi, penjabat walikota Aythroun, mengatakan kepada Reuters, “Serangan udara terhadap rumah-rumah warga sipil di Aythroun di bagian Al-Dhai’ah menyebabkan kehancuran lima rumah atau lebih, dan menimbulkan kehancuran besar di tempat itu serta merusak banyak rumah di sekitarnya.”
Dia menambahkan, “Berkat inayah ilahi, tidak jatuh korban gugur, dan hanya ada korban luka tiga wanita dan dua pria.”
Petinggi Hizbullah Hassan Fadlallah kepada Reuters mengatakan bahwa serangan udara Israel mencerminkan“eskalasi baru” yang ditanggapi oleh Hizbullah “dengan serangan kualitatif baru, baik dalam bentuk senjata atau lokasi-lokasi yang disasar.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa Beirut akan berubah “menjadi Gaza” jika Hizbullah melancarkan perang total. (mm/raialyoum)
Baca juga: