AlQuds, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel Haaretz mengungkapkan adanya kesenjangan besar antara catatan rumah sakit dan jumlah korban luka tentara Israel yang dilaporkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan menunjukkan bahwa jumlah korban luka jauh lebih tinggi.
Kementerian Kesehatan Israel menyatakan bahwa sejak awal perang, rumah sakit Israel telah merawat 10.584 tentara dan warga sipil, 131 di antaranya meninggal.
Pada hari Ahad (10/12) tentara Israel untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang merilis jumlah tentara yang terluka, yaitu 1.593 tentara, termasuk 255 orang luka berat, 446 orang luka sedang, dan 892 orang luka ringan.
Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa IDF semula menolak mempublikasikan data mengenai jumlah tentara yang terluka serta kondisi mereka. Setelah itu, melalui pengecekan rumah sakit tempat tentara IDF yang terluka dirawat dan masih menerima perawatan, terdapat kesenjangan besar yang tidak dapat dijelaskan antara data yang dilaporkan oleh IDF dan data yang terdapat di rumah sakit.
Sebagai contoh, di Rumah Sakit Barzilai saja dilaporkan bahwa sejak tanggal 7 Oktober sebanyak 1.949 tentara yang terluka akibat perang telah dirawat di sana. Kemudian, 178 orang dirawat di Rumah Sakit Assuta di Ashdod, 148 di Rumah Sakit Ichilov, 181 di Rumah Sakit Rambam, 209 di Hadassah, 287 di Belinson, dan 139 di Shaare Zedek. Selain itu, sekitar 1.000 tentara tambahan dirawat di Rumah Sakit Soroka, dan sekitar 500 lainnya di Rumah Sakit Sheba.
Haaretz menambahkan bahwa masih sulit menjelaskan kesenjangan besar antara data tentara dan data rumah sakit. Setidaknya beberapa rumah sakit juga menerima tentara yang diperlukan untuk perawatan medis yang tidak terkait dengan perang, melainkan karena kondisi medis lainnya. Meski demikian, di sebagian besar rumah sakit terkait, mereka memiliki registrasi dan bahkan menjalankan pusat kesehatan yang menangani secara langsung korban luka perang, sehingga data yang diterima mengacu pada tentara yang terluka dalam perang.
Selain itu, perbedaan antara data IDF dan data rumah sakit menjadi lebih parah jika dibandingkan dengan data Kementerian Kesehatan Israel, yang pada halaman terbaru di situs web kementerian itu menampilkan data total korban sipil dan tentara, menurut Maan.
Sejak 7 Oktober hingga hari ini, 10.584 tentara dan warga sipil yang terluka dalam perang telah dirawat di rumah sakit di Israel, 131 di antaranya meninggal saat dirawat di rumah sakit, 471 dalam kondisi serius atau kritis, 868 dalam kondisi sedang , 8.308 dalam kondisi ringan, 600 orang teridentifikasi sebagai korban kecemasan dan 206 orang lainnya tidak diketahui kondisinya.
Ketika asumsi dibuat bahwa sebagian besar korban perang adalah tentara, sulit untuk menerima angka korban luka yang diberikan oleh IDF yaitu 1.592 orang, hanya sekitar 15%. Tentara Israel menyatakan bahwa angka-angka yang dipublikasikan merujuk pada tentara yang dirawat di rumah sakit atau tergabung dalam Tentara Kedua (sebuah divisi di mana tentara tidak memenuhi syarat secara medis untuk melanjutkan dinas mereka).
Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa mulai Senin (11/12) tentara Israel akan memperbarui jumlah korban luka setiap hari pada pukul 13.00 waktu setempat. (mm/raialyoum)