NewYork, LiputanIslam.com – Kepala Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyerukan gencatan senjata segera dan diakhirinya agresi Israel di Jalur Gaza, sembari mengingatkan bahwa warga Palestina di Jalur Gaza hidup dalam “kengerian yang semakin mendalam”.
Pada konferensi pers hari Rabu (6/11) Volker Turk menyebutkan bahwa sekitar 1,9 juta pengungsi Palestina terpaksa mengungsi ke daerah-daerah yang terus menyempit di Gaza selatan dengan londisi “penuh sesak” dan “tidak sehat”.
Menurutnya, ada risiko tinggi kejahatan kekejaman yang dilakukan dalam kondisi kemanusiaan yang “katastrofik” seperti itu.
“Warga sipil di Gaza terus menerus dibombardir oleh Israel dan dihukum secara kolektif, menderita kematian, blokade, kehancuran dan perampasan kebutuhan paling penting manusia seperti makanan, air, pasokan medis yang menyelamatkan nyawa dan kebutuhan penting lainnya dalam skala besar,” paparnya.
Menurutnya, warga Palestina di Gaza menghadapi “kengerian yang semakin mendalam” seiring dengan penyebaran penyakit, kelangkaan makanan, dan bantuan kemanusiaan yang terhenti.
“Rekan-rekan kemanusiaan saya menggambarkan situasi ini sebagai sebuah apokaliptik (kiamat),” tambah Turk, sembari menyebutkan bahwa bencana demikian “sepenuhnya dapat diperkirakan dan dicegah”.
“Sebagai langkah segera, saya menyerukan penghentian segera permusuhan dan pembebasan semua sandera,” imbaunya.
Volker Turk mengaku sangat prihatin dengan “pernyataan yang tidak manusiawi dan menghasut” yang dibuat oleh otoritas Israel saat ini dan sebelumnya.
“Sejarah telah menunjukkan kepada kita ke mana arah bahasa seperti ini. Hal ini tidak hanya tidak dapat diterima, namun pengadilan yang kompeten dapat memandang pernyataan tersebut, dalam situasi di mana pernyataan tersebut dibuat, sebagai hasutan untuk melakukan kejahatan kekejaman,” tegasnya.
Turk mengatakan krisis HAM di Tepi Barat yang diduduki juga “sangat mengkhawatirkan”, dan menyerukan pihak Israel untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri “impunitas yang meluas” atas pelanggaran.
“Satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan akumulatif ini adalah mengakhiri pendudukan dan mencapai solusi dua negara,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Eropa untuk Manajemen Krisis Janez Lenarcic memperingatkan bahwa situasi bencana di Gaza saat ini berpotensi semakin memburuk.
Berbicara di Brussel, Lenarcic menekankan perlunya gencatan senjata dalam konflik yang sedang berlangsung di Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat memasuki wilayah tersebut, yang menjadi target pemboman, blokade, dan serangan darat Israel.
“Jika tidak, bencana di Gaza bisa berubah menjadi kiamat,” katanya.
Israel belakangan ini melancarkan serangan udara terhadap beberapa blok pemukiman di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara hingga menewaskan sedikitnya 150 warga Palestina.
Pesawat tempur Israel juga menyerang Khan Yunis di Gaza selatan sementara pasukan darat rezim mengepung kota tersebut. (mm/presstv)
Baca juga: