TelAviv, LiputanIslam.com – Surat kabar AS The New York Times (NYT) melaporkan bahwa sebuah roket yang “kemungkinan besar ditembakkan oleh Hamas” dari Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober telah menghantam pangkalan militer Israel di mana, menurut para ahli, banyak rudal berkemampuan nuklir milik negara tersebut disimpan.
Laporan NYT pada hari Senin (4/11) mengatakan meskipun rudal Israel tidak terkena serangan roket tersebut, dampaknya terhadap pangkalan Sdot Micha di Israel tengah memicu kebakaran yang mendekati fasilitas penyimpanan rudal rezim dan persenjataan sensitif lainnya.
“Lebih banyak gambar satelit yang diambil beberapa jam setelah serangan menunjukkan cepatnya penyebaran api dan upaya petugas pemadam kebakaran Israel untuk membendung pertumbuhannya. Setidaknya dua pesawat pemadam kebakaran dan lapisan penghambat api berwarna merah terang terlihat di dekat api,” bunyi laporan itu.
Israel diperkirakan memiliki 200 hingga 400 hulu ledak nuklir di gudang senjatanya, menjadikannya satu-satunya pemilik senjata non-konvensional ini di Timur Tengah. Namun, Israel enggan mengizinkan inspeksi terhadap fasilitas nuklir militernya atau menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sebuah perjanjian internasional yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir.
Tanggal 7 Oktober adalah hari di mana para pejuang Gaza melancarkan serangan fajar bersandi Badai al-Aqsa terhadap Israel sebagai tanggapan terhadap gelombang kekerasan rezim Zionis tersebut selama puluhan tahun terhadap Palestina.
Serangan itu dimulai dengan rentetan roket yang ditembakkan oleh pejuang perlawanan ke lokasi dan pemukiman militer Israel yang sensitif.
Pernyataan para ahli yang dikutip oleh NYT menyebutkan bahwa pangkalan tersebut kemungkinan besar menampung 25 hingga 50 peluncur rudal Jericho berkemampuan nuklir. Menurut dokumen pemerintah AS yang tidak dirahasikan, rudal Jericho Israel dilengkapi untuk membawa hulu ledak nuklir.
Menurut laporan itu, serangan rudal itu membuktikan bahwa roket-roket Palestina mampu menerobos pertahanan udara Israel dan menghantam pangkalan militer yang merupakan rumah bagi senjata strategisnya. (mm/presstv)
Baca juga: