Gaza, LiputanIslam.com – Israel melanjutkan agresinya terhadap Gaza, dan pada hari ke-58 rezim Zionis itu melancarkan serangan dan pemboman di beberapa lingkungan yang padat penduduk hingga menjatuhkan sejumlah korban gugur dan luka.
Di pihak lain, sayap militer Hamas, Brigade A-Qassam, pada hari Jumat (2/11) mengaku berhasil membunuh sejumlah besar tentara Zionis setelah meledakkan alat peledak di sebuah titik posisi yang ditempati oleh 60 tentara Zionis di timur Juhr al-Dik.
Brigade Al-Qassam juga menggempur Tel Aviv dengan serangan rudal “sebagai tanggapan atas pembantaian Israel” terhadap warga sipil, serta membunuh dan melukai “pasukan Zionis” yang ditempatkan di dalam sebuah bangunan di daerah Al-Tawam di utara Jalur Gaza.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban agresi Israel sejauh ini mencapai 15.207 syuhada, dan jumlah korban luka pun menjadi 40.652 orang, dengan kondisi luka yang bervariasi.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal menyatakan krunya tidak luput dari pemboman Israel, sementara ribuan korban masih berada di bawah reruntuhan dan kita tidak dapat dievakuasi.
Sementara itu, para pakar Israel mengatakan kepada Radio Israel bahwa Hamas masih jauh dari kata hancur, dan siap untuk terus bertempur dalam jangka waktu yang lama.
Menurut mereka, pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, masih eksis dan mengendalikan urusan.
Di sisi lain, komandan Korps Lapis Baja Angkatan Darat Israel mengumumkan kepada radio Israel bahwa pasukan pendudukan sedang bersiap untuk memperluas operasi darat mereka ke wilayah lain di Jalur Gaza. (mm/aljazeera)