Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa, ibu kota Yaman, yang dikuasai kelompok pejuang Ansarullah (Houthi), bersumpah akan melanjutkan operasi mereka terhadap sasaran-sasaran jauh di dalam wilayah Palestina pendudukan (Israel).
Dalam sebuah pernyataan, mereka memastikan baru akan menghentikan serangan segera setelah agresi Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza “berhenti total”.
Yaman mengeluarkan pernyataan pada Kamis malam (30/11), beberapa jam sebelum gencatan senjata sementara antara gerakan perlawanan Hamas dan rezim Israel berakhir pada Jumat pagi.
“Sejalan dengan arahan pemimpin gerakan perlawanan Anasrullah, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, dan sebagai tanggapan atas seruan rakyat dari negara besar Yaman serta masyarakat Arab dan Muslim yang mencintai kebebasan untuk berdiri teguh di pihak Palestina dan front perlawanan kebanggaan mereka, pasukan Yaman menyuarakan kesiapan penuh mereka untuk melancarkan kembali operasi militer mereka terhadap musuh, Israel, jika Israel memilih untuk memulai kembali agresinya terhadap Gaza,” bunyi pernyataan yang dibacakan.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa pasukan Yaman tidak akan ragu untuk memperluas serangan mereka terhadap sasaran Israel dengan mencakup berbagai kepentingan rezim Zionis di wilayah pendudukan dan di laut.
“Angkatan Bersenjata Yaman seperti yang dinyatakan sebelumnya akan terus mencegah kapal-kapal Israel berlayar di perairan Laut Merah dan akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan penerapan langkah tersebut secara efektif. Operasi militer mereka akan berhenti segera setelah agresi Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza benar-benar terhenti,” lanjut pernyataan itu.
Mereka juga menyerukan negara-negara Muslim dan masyarakat di seluruh dunia untuk mendukung perjuangan pembebasan Palestina.
Sejak Israel memulai serangan militernya di Gaza, pasukan Yaman telah melakukan beberapa operasi anti-Israel, termasuk menembakkan rudal balistik dan jelajah serta drone berbahan peledak ke wilayah pendudukan, serta menangkap setidaknya tiga kapal Israel yang berlayar di perairan Yaman.
Israel melancarkan perang di Gaza pada tanggal 7 Oktober setelah Hamas melancarkan Operasi Badai al-Aqsa terhadap Israel sebagai tanggapan penindasan dan kekerasan rezim Zionis ini terhadap warga Palestina selama puluhan tahun.
Serangan Israel di Gaza sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 15.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak di bawah umur. (mm/presstv)
Baca juga: