Gaza, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan di Gaza, Jumat (1/12), mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berakhir pada Jumat pagi telah mencapai 178 orang, sementara jumlah korban luka 589 orang.
Tentara Zionis Israel menggempur bangunan-bangunan tempat tinggal di seluruh Jalur Gaza dan bahkan membom gedung-gedung sekolah yang menampung pengungsi.
Jumlah korban ini merupakan tambahan untuk lebih dari 15.000 korban gugur di Gaza sejak dimulainya perang Israel, dan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 36.000 orang terluka, dan sekira 7.000 orang hilang.
Kebakaran besar terjadi di Jalur Gaza utara pada Jumat malam akibat dari berlanjutnya pemboman oleh Israel.
Dilaporkan bahwa serangan Israel juga menyasar sebuah sekolah yang berafiliasi dengan UNRWA yang menampung para pengungsi di kamp Jabalia di Jalur Gaza utara.
Pasukan pendudukan Israel juga membom lokasi sekitar sekolah lain yang menampung pengungsi di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza hingga mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Pemboman juga meluas ke kawasan pemukiman di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara, di mana sejumlah korban gugur dan terluka.
Pemboman lain menyasar beberapa ambulan yang berupaya membantu sejumlah korban yang selamat.
Di Jalur Gaza selatan, jet tempur Israel melancarkan serangkaian serangan di kota Khan Yunis dan Rafah.
Sedikitnya sembilan warga Palestina gugur dalam serangan yang menyasar sebuah rumah di kamp Yabna di Rafah tengah. (mm/aljazeera)
Baca juga: